Perencanaan Ibu Kota: Arsitek Daerah Harus Terlibat

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Balikpapan Wahyullah mengatakan konsep perencanaan untuk ibu kota memang belum diketahui secara pasti. Hal itu baru bisa dipastikan setelah penetapan Undang-Undamg sebagai dasar pemindahan ibu kota baru.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 September 2019  |  20:04 WIB
Perencanaan Ibu Kota: Arsitek Daerah Harus Terlibat
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.

Bisnis.com, BALIKPAPAN— Ikatan Arsitek Indonesia mengharapkan keterlibatan para arsitek di Kalimantan dalam sayembara perencanaan di ibu kota negara yang akan berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Balikpapan Wahyullah mengatakan konsep perencanaan untuk ibu kota memang belum diketahui secara pasti. Hal itu baru bisa dipastikan setelah penetapan Undang-Undamg sebagai dasar pemindahan ibu kota baru. Setelah itu lanjut dia, akan ada lelang konsultan dan untuk design urban atau perencanaan kota yang juga disayembarakan.

Terkait dengan konsep, pihaknya sendiri telah mengajukan rancangan kota klaster yang dikelilingi hutan. Namun hasilnya memang bergantung pada hasil sayembara nantinya dan konsep yang dikehendaki oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Teman-teman daerah harus ikut terlibat ikut sayembaranya. Mulai menyiapkan konsep akan seperti apa,” jelasnya Senin (23/9/2019).

Dia juga menjelaskan sejumlah perencanaan memang perlu dirahasiakan supaya tidak terjadinya spekulasi.

Wahyullah pun optimistis bahwa ibu kota baru akan mendorong terbentuknya metropolitan di luar Jawa. Kondisi itu sekaligus memberikan dorongan yang lebih baik bagi kawasan Indonesia bagian timur. Dengan demikian paradigma bias Jakarta secara perlahan akan mengalami pergeseran.

Sementara itu, Director and Chief Knowledge Worker Ruang Waktu Wicaksono Sarosa juga mendorong supaya arsitek lokal di Balikpapan agar tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri. Pasalnya dia mengkhawatirkan proyek lelang perencanaan ibu kota hanya diikuti dan dilakukan di Jakarta.

“Padahal kami yang paling tahu kearifan lokal. Kalau jadi penonton di rumah sendiri, itu kan masalah,” jelasnya.

Apalagi sebagai kota gerbang, Balikpapan yang paling pertama merasakan dampak perpindahan ibu kota. Kota minyak harus menyiapkan diri dan mengantisipasi kegiatan sosial ekonomi yang timbul.

Dia menyebutkan, walikota Balikpapan telah menyampaikan akan lebih dahulu menyiapkan dengan regulasi perkotaan, standar pedestrian dan hal lainnya. Selama ini hanya Balikpapan yang memiliki tim ahli bangunan gedung sehingga diharapkan lebih siap dibandingkan dengan kota lainnya di Kalimantan Timur dalam menggarap perkotaan.

Peran TABG bisa lebih optimal sebagai penasihat perencanaan kota sesuai dengan amanat Undang-Undang dan Perda Bangunan Gedung. Menurutnya jangan sampai dari sisi gambar design sudah sipa tetapi kawasan yang ada belum memungkinkan.

“Secara regulasi Balikpapan sudah siap. Apakah kemudian pemkot bisa mengimplementasikan regulasi. Itu menjadi hal lain,”tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibu Kota Dipindah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top