Sektor Otomotif Terseret Batu Bara

Sektor Otomotif Terseret Batu Bara
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 September 2019  |  20:28 WIB
Sektor Otomotif Terseret Batu Bara
Aktivitas penambangan batu bara - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Penuruan harga batubara menjadi salah satu penyebab utama rendahnya penjualan di sektor otomotif.

General Manager PT Mandau Berlian Sejati Surono mengatakan lazimnya pengaruh bisnis pertambangan dan migas selalu bergerak sejalan dengan industri otomotif. Untuk tahun ini penjualan bisa turun hingga 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Padahal perusahaan biasanya membuka diler pada saat weekend. Kondisi itu lantaran konsumen dari perusahaan tambang biasanya datang saat weekend dan bisa membeli hingga 20 unit.

“Penjualan Mitsubishi di Kaltim, tahun ini memang tidak sebagus dibandingkan dengantahun lalu. Khususnya kendaraan untuk sektor pertambangan. Untuk sektor ini penjualan kami ada di Mitsubishi Triton,” jelasnya Senin (23/9/2019).

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan pangsa pasar mobil ini di wilayah Kaltim sebesar 79 persen. Pangsa pasar ini melebihi nasional karena khusus untuk bumi Etam pihaknya bisa menjual 200 produk Triton setiap bulannya. Alasannya karena dominasi perusahaan tambang yang tinggi untuk Triton.

Dengan kondisi penurunan penjualan tersebut, pihaknya saat ini berharap pada penjualan Multi Purpose Vehicles jenis X-pander. Pasalnya dari sisi pasokan lebih siap karena tidak perlu inden, disusul Pajero.

“Saat ini, penjualan paling tinggi dari produk Xpander. Di sisi lain untuk triton, meskipun kondisi batu bara turun, kami tetap melakukan refreshing produk, New Triton baru-baru ini diluncurkan dan sudah mulai dipasarkan di Kaltim,”imbuhnya.

Adapun untuk mengerek tingkat penjualan kedepannya, pihaknya juga berstrategi mengandalkan uang muka murah dan cicilan ringan.

“Kerja sama dengan berbagai leasing kami lakukan. Bahkan ada dengan bunga 0 persen. Bisnis Kaltim ini sangat bergantung kepada batu bara dan migas. Semoga dengan adanya IKN ini bisa menciptakan sektor usaha baru,” tekannya.

Sementara itu, Head of Kalimantan Sulawesi IBT Section PT MMKSI, Heru Siswantoro mengatakan, kendaraan penumpang Mitsubishi Motors memperoleh penerimaan pasar yang cukup baik di wilayah Kaltim, dimana Mitsubishi Pajero Sport berhasil mendominasi pasar di segmennya dengan perolehan pangsa pasar sebesar 56 persen pada periode Januari – Juli 2019.

Senada, Kepala Cabang Auto 2000 MT Haryono Michaelwen Kurniawan mengatakan, penjualan mobil tahun ini memang tidak sebagus tahun lal, tak hanya di Kaltim tetapi juga di nasional. Banyak faktor yang membuat yang membuat penjualan mobil masih sulit mencetak angka positif. Salah satunya daya beli yang belum membaik.

“Tapi kami tetap opimistis. Meski produk yang menunjang batu bara tidak sebagus tahun lalu yakni Toyota Hilux, tapi dari kelas MPV, kami mencetak pertumbuhan pangsa pasar. Semester I market share Avanza naik 41 persen atau naik dari 12 persen dibanding tahun lalu,” ungkapnya.

Memasuki semester II tahun ini, laju penurunan harga batu bara acuan (HBA) di level US$71,92 per ton, terendah sejak 2016. Sedangkan posisi di Januari sempat di angka US$92,41 per ton.

Akhir pekan lalu, harga komoditas emas hitam ini diangka US$68,55 per ton. Semakin kesini harga semakin terpuruk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top