Ini Usulan Balikpapan Sebagai Penyangga Ibu Kota Negara Baru

Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan sejumlah usulan infrastruktur dan pembangunan di sektor pendidikan dalam mempersiapkan diri sebagai kota penyangga ibu kota negara baru.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  09:13 WIB
Ini Usulan Balikpapan Sebagai Penyangga Ibu Kota Negara Baru
Gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara. - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan sejumlah usulan infrastruktur dan pembangunan di sektor pendidikan dalam mempersiapkan diri sebagai kota penyangga ibu kota negara baru.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan usulan dari bidang pendidikan adalah mempersiapkan sumber daya manusia agar dapat bersaing saat ibu kota negara pindah ke Kaltim. Dia menyebutkan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang posisinya dekat dengan ibu kota negara dapat masuk dalam proyek strategi nasional sehingga memiliki skala yang sama atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di Surabaya.

Selain ITK, dia juga mendorong pengembangan Politeknik Negeri Balikpapan yang lokasinya juga dekat dengan ibu kota negara baru. Dia juga mendorong pembangunan SMK dan sekolah vokasi lainnya banyak diperlukan untuk mendukung penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

“Ini kan juga jangan sampai Kalimantan sebagai penonton di ibu kota. Ini sejalan dengan rencana pak mentri untuk pendidikan," jelasnya Selasa (1/10/2019) malam .

Di luar sektor pendidikan, masih terdapat sejumlah proyek infrastruktur seperti Jembatan Pulau Balang yang harus dipercepat penyelesaiannya sebagai penghubung Penajam Paser Utara ke Balikpapan, serta Jembatan Tol Teluk Balikpapan yang menghubungkan wilayah Nipah-Nipah dan Melawai.

“Kami juga merencanakan fly over untuk jalan. Mulut tol keluar itu harus ke bandara jadi jalan layang ini mulut [jalan] tolnya di Batakan. Kalau bisa 7,5 km ini," jelasnya.

Dia juga mengingatkan rencana perpanjangan landasan pacu atau runway Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Sosialisasi pembebasan lahan sudah pernah dilakukan tetapi progres pembebasan tersendat karena keterbatasan anggaran daerah.

Belum lagi pengembangan Kawasan Industri Kariangau yang selama ini masih belum optimal. Keberadaan lahan milik Pemprov Kaltim yang masih terkatung statusnya perlu segera diselesaikan agar kawasan industri ini dapat sesuai dengan tujuan awalnya.

Tak hanya itu, Rizal menyebutkan pembangunan tol laut juga menjadi penting karena selama ini Balikpapan banyak mendatangkan bahan pangan, barang dan jasa lainnya dari luar daerah yang tidak masuk dalam jalur tol laut. Padahal, 89% kebutuhan  yang ada di Balikpapan didatangkan dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Untuk transportasi, pihaknya juga pernah mengusulkan pembangunan trem dan monorail. Moda transportasi massal yang memiliki daya angkut yang lebih besar, kata Rizal, menjadi perhatian khusus agar beban jalan di Balikpapan kuat menjadi penyangga ibu kota negara.

Rizal juga menambahkan perlunya memikirkan sumber air baku untuk suplai ke ibu kota negara. Apabila mengandalkan Waduk Manggar dan Waduk Teritip, kapasitasnya tidak cukup karena Balikpapan sendiri masih kekurangan pasokan. "Kami sudah pernah berkomunikasi dengan Pemkab Penajam Paser Utara terkait dengan sumber air baku ini. Ada Waduk Semoi yang rencananya akan dibangun sehingga mampu menghasilkan 2.000 liter per detik. Ini bisa dimanfaatkan," tuturnya.

Pilihan lain, air baku mengambil dari Sungai Mahakam. "Meski mungkin lebih berat pengolahannya, tapi ini alternatif lain," katanya.

Rizal juga mengingatkan perlunya penyesuaian rencana tata ruang dan tata wilayah (RTRW) serta rencana detail tata ruang (RDTR) sebagai kota penyangga ibu kota negara yang baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibu Kota Dipindah

Editor : Rachmad Subiyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top