Lampu Padam Saat Menteri PPN/Kepala Bappenas Jelaskan Pemindahan Ibu Kota Negara

Situasi di luar rencana terjadi ketika Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan paparan mengenai alasan pemindahan ibu kota. Lampu di Hotel Novotel Balikpapan tiba-tiba padam.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  15:35 WIB
Lampu Padam Saat Menteri PPN/Kepala Bappenas Jelaskan Pemindahan Ibu Kota Negara
Lampu di Hotel padam saat Menteri PPN/Kepala Bappenas menjelaskan soal pemindahan Ibu Kota Negara - Bisnis/Rachmad Subiyanto

Bisnis.com, BALIKPAPAN--Acara Dialog Nasional Perencanaan dan Rancangan Ibu Kota Negara diwarnai insiden lampu padam.

Kejadian tersebut terjadi saat Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan paparan mengenai alasan pemindahan ibu kota. Tiba-tiba arus listrik di Hotel Novotel Balikpapan seperti terputus hingga tampilan layar presentasi Bambang pun turut padam.

"Ini kenapa jadi gelap? Tapi ini [mikropon]nya tetap nyala," ujar Bambang, Rabu (2/10/2019).

Kendati suasana gelap, Bambang tetap melanjutkan presentasi dan tidak terlalu keadaan. Tidak sampai dua menit, tampilan layar kembali normal meski lampu di ruangan acara masih belum menyala.

Listrik hotel kembali menyala sekitar 6 menit kemudian, bertepatan dengan usainya penjelasan Bambang.

Hari ini, Rabu (2/10/2019) lima menteri diagendakan melaksanakan kunjungan lapangan di  Pulau Balang dan lokasi calon lbu Kota Negara di Desa Telemow, Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Kunjungan 5 menteri tersebut merupakan rangkaian dari Dialog Nasional Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur sebagai lbu Kota Baru NKRI.

Para meteri tersebut adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. 

Pada Selasa malam, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah pusat menginginkan agar Kaltim terutama di kawasan ibu kota negara (IKN) tak lagi bergantung pada industri pabrikan. 

"Intinya kami mengharapkan dengan Kaltim sebagai ibu kota negara akan menjadi salah satu penyebab perekonomian bagi IKN tersebut. Dan tentunya dari aspek pariwisata juga perlu terus dikembangkan," katanya dalam talkshow ibu kota baru bersama pemimpin redaksi media nasional di Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (1/10/2019).

Bambang menyebut dirinya mendapat informasi terkait lokasi IKN yang memiliki pemandangan laut. Selain itu, wilayahnya berbukit-bukit, berbeda dengan kebanyakan kota besar di Indonesia. 

"Jarang sekali kita punya kota besar berbukit-bukit. Apalagi ini bukitnya besar," ujar Bambang.

Terlebih, Kaltim merupakan lokasi yang masih memiliki sangat banyak space, berbeda dengan kota-kota besar di pulau Jawa yang sudah penuh sesak. 

"Makanya kami berharap kita benar-benar serius mempersiapkan Kaltim sebagai IKN. Karena pemindahan ibu kota ini merupakan sejarah besar. Bukan hal yang dilakukan setiap hari,"tegas Bambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bambang brodjonegoro, Ibu Kota Dipindah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top