Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Mulai Kaji Operasional Jembatan Mahakam IV

Kepala Dinas Pekerjaan Umum , Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kaltim Taufik Fauzi mengungkapkan kajian dilakukan mulai dari tahap desain hingga tahap pemeliharaan
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 November 2019  |  18:30 WIB
Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Mulai Kaji Operasional Jembatan Mahakam IV
Ilustrasi - Bisnis/Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJT) dijadwalkan untuk untuk melakukan kajian dan evaluasi keamanan Jembatan Mahakam IV pada November pekan kedua ini untuk segera dioperasionalkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum , Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kaltim Taufik Fauzi mengungkapkan kajian dilakukan mulai dari tahap desain hingga tahap pemeliharaan. Dengan demikian diharapkan pada November ini persoalan itu sudah rampung.

Dia menilai progres pembangunan jembatan kembar Samarinda tersebut sudah berjalan sesuai jadwal.

“Selanjutnya, setelah mendapatkan izin operasi, akhir Desember jembatan sudah bisa diresmikan,” jelasnya Jumat (1/11/2019).

“Progres berjalan sesuai jadwal. Kita optimis, Jembatan Mahakam IV atau jembatan kembar Samarinda akan selesai dan diresmikan penggunaannya pada akhir tahun ini,” kata Taufik.

Jembatan ini lanjut Taufik, akan dilengkapi lampu tematik. Setelah selesai girder (balok diantara dua penyangga berupa pier ataupun abutment pada suatu jembatan) dilanjutkan pengaspalan di sisi bentang tengah jembatan.

Taufik menyebutkan bahwa saat ini sedang dilakukan pengecoran di pier 10/11 dan minggu ini sudah selesai. Kemudian secara silmultan pembuatan Railing (pagar pembatas) dari sisi kiri sudah terpasang. Tiang-tiang untuk GPU sudah dipersiapkan dan tinggal menunggu pembangunan untuk pondasinya.

Pemerintah provinsi Kalimantan Timur memproyeksikan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) IV dapat dibuka pada Maret 2020 setelah turunnya surat uji kelaikan dan menyelesaikan rekomendasi teknis.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menjelaskan bahwa sejak awal pembangunan jembatan yang menghubungkan kota Samarinda dan Samarinda Seberang tersebut,memang terdapat perubahan desain dan keterlambatan pemesanan baik alat maupun bahan konstruksi. Sehingga lanjut dia, berdampak sistemik sejak 2 tahun lalu hingga sekarang.

Hal itu yang menyebabkan penyelesaian grider tiang penyambung tersendat. Namun untuk saat ini, tekan dia, persoalan tersebut sudah rampung begitpun dengan persoalan terkait pengamblasan di Samarinda Seberang.

“Pengerjaannya dari awal berefek domino. Berdasarkan laporan terakhir yang kami terima, harusnya bisa pada Maret 2020.,” jelasnya.

Hadi melanjutkan uji kelaikan diharapkan juga bisa turun pada Oktober. Untuk uji laik ini dia memprediksikan memakan waktu hingga 3 bulan. Setelah itu ditindaklanjuti ddengan surat rekomendasi yang juga menghabiskan waktu selama 3 bulan.

Dengan molornya operasional tersebut, denda dan adendum kontrak tentunya akan mengikuti. Hadi juga menunggu hasil evaluasi yang dilakukan Dinas PUTRPR Kaltim. Namun jika nantinya mengharuskan ada sanksi, maka tidak menutup kemungkinan itu akan diberikan pada kontraktor pelaksana.

“Nanti kita tanya [hasil evaluasi Dinas PUTRPR Kaltim dulu]. Kalau memang secara hukum harus didenda (kontraktornya), ya (kita berikan sanksi). Kita ikuti prosedur yang ada saja. Enggak ada masalah dengan itu,” tuturnya

Sedianya, jembatan penghubung dirampungkan pada Desember 2018. Namun karena beberapa alasan, pembangunannya molor hingga Maret 2019. Salah satunya karena faktor hujan dan kurangnya suplai bahan baku proyek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jembatan

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top