Sektor Tambang Jadi Penyelamat Ekonomi Kaltim, Pertumbuhannya di Atas Ekspektasi

Pertumbuhan ekonomi provinsi Kalimantan Timur diprediksikan masih tumbuh melesat hingga akhir tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu, karena kinerja sektor tambang tumbuh melebihi ekspektasi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 November 2019  |  14:57 WIB
Sektor Tambang Jadi Penyelamat Ekonomi Kaltim, Pertumbuhannya di Atas Ekspektasi
Angkutan batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pertumbuhan ekonomi provinsi Kalimantan Timur diprediksikan masih tumbuh melesat hingga akhir tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Bimo Epyanto mengungkapkan secara tak terduga kinerja sektor tambang yang pada mulanya diperkirakan kurang baik justru tumbuh melebihi ekspektasi.

"Kaltim saat ini diuntungkan dibandingkan provinsi lain. Karena awalnya kami perkirakan sektor tambang nggak bagus sampai triwulan III masih bagus. Ekspor memang masih turun tetapi bisa tumbuh melebihi ekspektasi. Ekspor baik India dan China berjalan,"ungkapnya kepada Bisnis Kamis (7/11/2019).

Menurutnya prediksi semula terkait dengan kebijakan restriksi China untuk mengurangi impor batu bara tak terjadi. Kondisi ini sejalan dengan kinerja ekspor pada triwulan I/2019 hingga triwulan II/2019 yang masih kencang.

Bimo melanjutkan bahwa berembusnya kebijakan restriksi China disikapi oleh pengusaha dengan menggenjot produksi pada awal tahun sebelum kembali melambat pada triwulan akhir tahun.

Selain itu, ekonomi Kaltim akan tumbuh lebih baik apabila dibandingkan dengan sejumlah provinsi di pulau Jawa. Pasalnya, sektor manufaktur yang menjadi penopang pertumbuhan di pulau Jawa menunjukkan pelemahan yang lebih dalam.

Sebagai imbas dari terpukulnya negara lain yang mengandalkan manufaktur yakni Singapore, Thailand, dan Malaysia.

"Ini mungkin hanya fenomena sesaat tetapi proyeksinya untuk akhir tahun bisa saja kembali slow down tapi kemungkin besarnya hampir sama," ungkapnya.

Apalagi jika melihat bahwa secara nasional dampak dari resesi global mulai dirasakan. Pertumbuhan ekonomi China yang biasanya bisa mencapai dua angka hanya bertengger di kisaran 6%.

Menghadapi kondisi tersebut, Indonesia ungkap Bimo harus mengupayakan agar ekonomi nasional tumbuh di atas 5%.

"Dengan besarnya ekonomi penciptaan lapangan kerja, pemupukan daya beli harus kerja keras di atas 5%," tekannya

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik, Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Triwulan III/2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp164,42 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp123,05 triliun.

Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan III-2019 terhadap Triwulan III/2018 tumbuh sebesar 6,89% (y-on-y), lebih tinggi dibanding capaian Triwulan III-2018 yang tumbuh sebesar 1,83%. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara y-on-y dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh sebesar 11,46%. Dari sisi Pengeluaran, Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 15,94%.

Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan III/2019 dibandingkan dengan Triwulan II/2019 tumbuh sebesar 1,48% (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara q-to-q pada triwulan III/2019 dicapai oleh Lapangan Usaha Konstruksi yang tumbuh sebesar 6,81%. Dari sisi pengeluaran, Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 9,92%.

Secara kumulatif ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan I/2019 hingga Triwulan III/2019 dibandingkan dengan Triwulan I/2019 hingga triwulan III/2018 tumbuh sebesar 5,93%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertambangan, EKONOMI KALTIM

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top