Harga Bahan Makanan dan Transportasi Dorong Inflasi di Balikpapan

Kepala Bank Indonesia Pewakilan Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan dari kelompok pengeluaran, inflasi November 2019 disebabkan oleh peningkatan harga bahan makanan terutama tomat sayur, daging ayam ras dan telur ayam ras.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  10:16 WIB
Harga Bahan Makanan dan Transportasi Dorong Inflasi di Balikpapan
Pasar tradisional di Balikpapan. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Kota Balikpapan pada November 2019 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya -0,69 persen (mtm).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan dari kelompok pengeluaran, inflasi November 2019 disebabkan oleh peningkatan harga bahan makanan terutama tomat sayur, daging ayam ras dan telur ayam ras.

"Hal itu sejalan dengan berkurangnya pasokan dari daerah pemasok dan kenaikan permintaan momen Maulid Nabi Muhammad SAW dan mendekati akhir tahun," katanya melalui keterangan resmi Selasa (3/12/2019).

Selain itu, inflasi juga didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara jelang akhir tahun.

Di sisi lain, laju deflasi sedikit tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas sayuran seperti kacang panjang, cabai rawit, sawi hijau dan kangkung seiring dengan peningkatan produksi di wilayah Balikpapan dan sekitarnya serta di luar Balikpapan.

Dia memperkirakan ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan inflasi, diantaranya:kenaikan permintaan bahan makanan mendekati akhir tahun, ii) Kenaikan harga angkutan udara menjelang Natal dan libur akhir tahun, iii) kenaikan harga rokok.

Sebagai informasi Inflasi kota minyak pada November 2019 juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi bulan November selama 3 tahun terakhir sebesar -0,02 persen (mtm).

"Sementara itu, secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 2,06 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan inflasi Provinsi Kalimantan Timur sebesar 1,80 persen (yoy) tetapi lebih rendah dari nasional 3,00 persen (yoy)," jelasnya melalui keterangan resmi Selasa (3/12/2019).

Adapun secara tahun kalender, inflasi Kota Balikpapan hingga November 2019 mencapai 1,19 persen (ytd).

Sebagai upaya pengendalian inflasi daerah dan memitigasi tekanan risiko inflasi, Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) Kota Balikpapan telah melakukan beberapa upaya pengendalian harga pada bulan November 2019 yaitu: (a) Penganugerahan program Gerakan Wanita Matilda (Mandiri, Terampil, Berdaya) Tahun 2019 terkait urban farming, (b) Mengikuti Rapat Koordinasi Pusat Daerah (Rakorpusda) TPID Tahun 2019 di Jakarta guna mengantisipasi risiko inflasi di tahun 2020, (c) Melakukan pemantauan komoditas secara berkala melalui sistem Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah harus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran inflasi sebesar 3,5±1 persen pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top