Pariwisata Tanjung Soke Kaltim Belum Tergali

Kampung Tanjung Soke Kecamatan Bongan Kutai Barat memiliki potensi baik di sektor pariwisata karena memiliki cagar budaya yang berusia puluhan tahun.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  17:13 WIB
Pariwisata Tanjung Soke Kaltim Belum Tergali
Ilustrasi - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Kampung Tanjung Soke Kecamatan Bongan Kutai Barat memiliki potensi baik di sektor pariwisata karena memiliki cagar budaya yang berusia puluhan tahun.

Kampung yang terpilih diantara 150 desa/kampung Program Kampung Iklim (Proklim) di Kaltim, ini ternyata memiliki potensi yang belum tergali.

Kepala Adat Kampung Tanjung Soke Sangkuni mengatakan kampong ini memiliki cagar budaya yang berusia puluhan tahun, berupa kuburan kuno suku Dayak Luangan yang sangat berbeda dengan suku Dayak lainnya. Dimana kuburannya berukir terbuat dari kayu Ulin yang diatasnya terdapat penyimpanan tulang-belulang. Kuburan terdiri puluhan patung-patung khas suku Dayak Luangan terdapat di tiga tempat terpisah.

"Sebenarnya kampung kami memiliki obyek wisata yang memang belum terangkat. Salah satunya cagar budaya kuburan Dayak Luangan yang telah berusia puluhan tahun," katanya Selasa (3/12/2019).

Salah satu dari tiga kuburan tersebut terdapat makam nenek Midah (istri Jamhari yang merupakan kepala adat waktu dulu) yang sebelumnya sangat berjasa dalam menyiarkan agama Islam di Tanjung Soke. Sebelumnya masyarakat hanya mengenal kepercayaan animisme. Akan tetapi berkat jasa dan jerih payah Nenek Midah akhirnya masyakat mengenal dan memeluk Islam.

Namun seiring berjalannya waktu nenek Midah (70 tahun) tutup usia, dimana pada saat itu masyarakat Tg Soke yang sebagian baru mualaf, dan belum bisa melaksanakan tata cara fardu khifayah, akhirnya nenek Midah dikebumikan secara adat dan keyakinan suku dayak Luangan, dengan dimasukkan ke dalam lunggun (peti mati).

Setelah sekian tahun dan masyarakat suku Luangan semuanya sudah memeluk agama Islam, pihak keluarga nenek Midah berinisiatif menguburkan jasad nenek Midah sesuai syariat Islam yang sebelumnya masih berada dalam lungun yang jasadnya masih utuh (mumi), akan tetapi pasca dikebumikan ternyata sering terjadi musibah pada keluarga nenek Midah.

Yang pada akhirnya waktu keluarga kembali menggali kuburannya, dimana jasad yang masih utuh tersebut dimasukkan kedalam peti yang tentunya melalui prosesi suku Luangan. Dan Hingga kini jasad nenek Midah masih tersimpan rapi di lamin suku Luangan bersama ratusan barang-barang bersejarah lainnya.

Selain itu, lanjut Sangkunir, Tanjung Soke juga memiliki obyek wisata alam seperti riam Ngewan, hutan alam, adat istiadat dan tradisi suku Luangan, berbagai kerajinan dan tarian-tarian asli suku Luangan.

"Sebenarnya sudah lama kami mengembangkan kampung wisata, namun terkendala akses jalan menuju kesini. Kedepan melalui dana desa, kami membangun gedung kesenian. Tidak hanya untuk pelestarian seni budaya juga tempat penyimpanan koleksi barang leluhur. Diantaranya, beberapa jenis mandau, guci, gong, patung, tombak dan barang lainnya yang berjumlah lebih kurang 100 buah," jelasnya.

Untuk memajukan kampung Tanjung Soke sebagai kampung wisata tentu diperlukan kerjasama dan sinergi dengan berbagai pihak.

"Khususnya dalam mensosialisasikan dan mempromosikan potensi wisata oleh pemerintah maupun pihak swasta,"tekannya

Adapun Kampung yang berdiri sekitar tahun 1960-an ini memiliki sejarah yang tidak dimiliki desa/kampung lain di Kaltim. Dimana Kampung Dayak Luangan ini memiliki luas wilayah 19.750 hektar dihuni 41 KK atau 160 jiwa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, kaltim

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top