Penerimaan Bea Cukai Kaltim Meleset dari Target

Target penerimaan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Timur pada 2019 tidak sesuai harapan. Dari target total penerimaan yang dikejar sebesar Rp628.883.826.000, hanya terealisasi sebesar Rp606.978.165.590 atau 96,52 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  17:20 WIB
Penerimaan Bea Cukai Kaltim Meleset dari Target
Arief Rahman

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Target penerimaan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Timur pada 2019 tidak sesuai harapan. Dari target total penerimaan yang dikejar sebesar Rp628.883.826.000, hanya terealisasi sebesar Rp606.978.165.590 atau 96,52 persen.

Dari semua penerimaan, hanya bea masuk yang tidak sesuai target. Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) hanya mendapat Rp572.200.309.340 dari target Rp609.105.764.000 atau sekitar 93,94 persen.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan Internal dan Layanan Informasi Kanwil DJBC Kalbagtim, Arief Rahman mengatakan bahwa menurunnya ekspor terutama pada komoditas batu bara membuat pembelian suku cadang alat berat menurun.

"Makanya karena harga turun, ekspor turun. Sehingga bahan penolong alat berat juga, entah menurun atau berkurang. Mereka menyesuaikan. Tapi secara nasional target mencapai 102 persen," katanya saat ditemui di ruangannya, Selasa (21/1/2020).

Meski bea masuk tidak sesuai harapan, bea keluar melebihi capaian. DJBC memperoleh Rp33.376.745.000 dari target sebesar Rp19.098.922.000 atau sekitar 174,76 persen.

Sementara itu pendapatan dari cukai naik dua kali lipat. Dari target sebesar Rp679.140.000, DJBC memperoleh Rp1.401.111.250 atau 206,31 persen. 

Arief menjelaskan bahwa kontribusi terbesar dari cukai adalah produk cairan vape.

"Yang lain-lain kaya tembakau kita tidak ada. Rokok tidak ada. Minuman keras tidak ada. Paling besar vape ini," jelasnya

Berdasarkan catatan DJBC, komoditas impor terbesar dari Kaltim adalah minyak mentah, alat berat, suku cadang alat berat, dan ban.

Sementara itu untuk ekspor adalah batu bara, minyak sawit mentah, ikan, kayu semiolahan, dan produk kimia. Dari sisi pajak sendiri, Kaltim memperoleh Rp3.108.374.863.450

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bea Cukai, kaltim

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top