IKN Baru harus Ramah Transportasi Umum

Dari sisi transportasi, ada empat hal yang dirasa penting menjadi visi ke depan demi angkutan yang aman, nyaman, selamat, dan ramah lingkungan di ibu kota negara (IKN) baru. Dengan begitu yang dipikirkan tidak hanya jalan tol dan kendaraan pribadi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  01:30 WIB
IKN Baru harus Ramah Transportasi Umum
Presiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan lokasi ibu kota negara (IKN) baru, yaitu di sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Saat ini pemerintah sedang menyinergikan beberapa desain kota pemenang lelang.

Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang mengatakan bahwa dari sisi transportasi, ada empat hal yang dirasa penting menjadi visi ke depan demi angkutan yang aman, nyaman, selamat, dan ramah lingkungan. Dengan begitu yang dipikirkan tidak hanya jalan tol dan kendaraan pribadi.

"Pertama adalah non moterized transport. Ini artinya jalur untuk pejalan kaki dan peseda. Termasuk juga disabilitas. Ini harus dibuatkan pedesterian dengan kota-kota yang berkonsep TOD [transit oriented development/ pengembangan berorientasi transit," katanya saat dihubungi, Rabu (29/1/2020).

Deddy menjelaskan bahwa yang kedua adalah angkutan massal. Kereta rel listrik, moda raya transportasi, jalur bus khusus atau sejenisnya harus diperbanyak.

Selanjutnya yaitu angkutan shuttle. Biasanya ini ada di mall, perkantoran, atau kampus yang mengangkut penumpang ke terminal. Terakhir perbanyak kendaraan pengumpan.

Dengan banyaknya fasilitas ramah transportasi, menurutnya ibu kota negara (IKN) baru dan penyangganya akan tertata lebih rapi. Tidak akan banyak kendaraan pribadi berseliweran di jalan.

"Kota baru yang diharapkan memang seperi itu. Tapi kalau sama seperti Jakarta, [tidak ramah kendaraan umum], kita hanya membuat kesalahan yang sama," jelas Deddy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibu Kota Dipindah

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top