Investasi Malaysia di Kaltim Diprediksi Melebihi Rp1 Triliun

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan memperkirakan ekpansi bisnis 24 pengusaha Negeri Sabah, Malaysia mendongrak investasi Malaysia di Kaltim melampaui Rp1 Triliun.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  19:41 WIB
Investasi Malaysia di Kaltim Diprediksi Melebihi Rp1 Triliun
Konsep Ibu Kota Negara. - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan memperkirakan ekpansi bisnis 24 pengusaha Negeri Sabah, Malaysia mendongrak investasi Malaysia di Kaltim melampaui Rp1 Triliun.

Sebanyak 24 Pengusaha Negeri Sabah, Malaysia dari berbagai sektor mendatangi Balikpapan melakukan pertemuan dengan pelaku bisnis Kalimantan Timur. Agendanya menjalin kerja sama dan peluang investasi di sekitar ibu kota negara baru.

Yaser Arafat, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan,  mengatakan bahwa para pelaku usaha dari Negeri Jiran ingin berkontribusi secara positif untuk membangun Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya di penyangga ibu kota negara (IKN).

Saat ini Kaltim membutuhkan bahan baku material mentah untuk pembangunan infrastruktur. Malaysia diharapkan dapat memenuhi itu.

Pebisnis Sabah juga diajak untuk memudahkan dan mengefisiensikan biaya produksi. Salah satunya membangun pabrik di Bumi Etam.

"Karena sangat layak sekali bangun pabrik dengan isu IKN. Juga terintegrasi dengan IKN di satu kawasan yang tetap," katanya usai pertemuan, Kamis (20/2/2020).

Yaser menjelaskan bahwa secara fasilitas, Kaltim sudah sangat siap. Selain itu pemerintah daerah terbuka dengan investor asing. Kemudahan dalam menanaman modal pun menjadi insentif.

Awal pertemuan ini akan ada pembahasan lanjutan yang lebih teknis. Investasi yang masuk ke Kaltim jika berhasil diprediksi sangat besar.

"Saya taksir berdasarkan bisnis mereka, bisa Rp1 triliun lebih kalau digabung-gabungkan. Karena mereka ada pabrik makanan, manufaktur, lalu air. Semua pabrik kumpul. Mereka datang dan tertarik karena triggernya IKN sehingga dasar itu pula mereka datang," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
RI-Malaysia, EKONOMI KALTIM

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top