Kredit Perbankan di Balikpapan Tumbuh Dua Digit Selama 2019

Pertumbuhan kredit dan aset perbankan Kota Balikpapan pada triwulan IV-2019 meningkat meski tidak diimbangi dengan kenaikan dana pihak ketiga. Pinjaman meningkat sebesar Rp28,9 triliun atau meningkat 11,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau year on year/yoy.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  17:13 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pertumbuhan kredit dan aset perbankan Kota Balikpapan pada triwulan IV-2019 meningkat meski tidak diimbangi dengan kenaikan dana pihak ketiga. Pinjaman meningkat sebesar Rp28,9 triliun atau meningkat 11,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau year on year/yoy.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Bimo Epyanto mengatakan bahwa peningkatan kredit mendorong kenaikan aset perbankan sebesar 12,94 persen secara yoy atau menjadi Rp36,29 triliun.

Sementara itu penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) melambat, khususnya pada triwulan IV 2019 karena rendahnya pertumbuhan deposito dari 11,54 persen (yoy) pada triwulan III-2019 menjadi hanya sebesar 1,59 persen (yoy) pada triwulan IV 2019. Sedangkan, tabungan dan giro tumbuh meningkat masing-masing sebesar 7,37 persen (yoy) dan 24,33 persen (yoy).

"Pertumbuhan ini mengalami ekspansi terutama didorong kredit sektor konstruksi, utamanya berkaitan dengan RDMP [pembangunan kilang minyak PT Pertamina (persero)]," katanya saat dihubungi, Jumat (21/2/2020).

Bimo menjelaskan bahwa kredit investasi juga tercatat tumbuh lebih tinggi sebesar 9,22 persen (yoy) yang didorong oleh realisasi investasi bangunan di Kota Balikpapan. Di sisi lain, kredit konsumsi tumbuh melambat sebesar 2,87 persen disebabkan kontraksi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar -0,65 persen (yoy).

Hal yang sama juga terjadi pada penyaluran kredit kendaraan bermotor menurun sebesar -0,71 persen (yoy).

Kinerja perbankan pada tahun 2020 diperkirakan akan meningkat mempertimbangkan sejumlah peluang terutama sektor konstruksi yang mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Kota Minyak. Perluasan aktivitas RDMP makin memberikan efek positif.

"Selain itu juga didorong peningkatan aktivitas perdagangan dan penyediaan akomodasi seiring rencana pemindahan ibu kota negara. Secara kualitatif, kredit akan tumbuh paling tidak sama, yaitu dua digit," jelas Bimo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top