Investasi Kaltim Terkendala Tingginya Biaya Logistik

Investor masih berpikir ulang jika berinvestasi di Kaltim. Biaya logistik yang tinggi masih jadi kendala.
Ilustrasi-Kendaraan logistik keluar dari Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2020). Bisnis/Paulus Tandi Bone
Ilustrasi-Kendaraan logistik keluar dari Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2020). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, BALIKPAPAN -  Biaya logistik yang tinggi masih menjadi hambatan besar di Kalimantan Timur. Banyak investor berpikir ulang untuk menanamkan modal karenanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Timur Slamet Brotosiswoyo mengatakan kendalanya bukan hanya karena infrastruktur yang belum memadai, tapi juga sulitnya ketersediaan bahan baku.

"Terus terang saja Apindo Kaltim banyak ditanya investor apa yang bisa dikembangkan di Kaltim. Tapi soal biaya logistik yang tinggi juga jadi kendala. Karena bahan baku dari luar Kaltim. Misal pupuk dari luar Kaltim. Daging dari luar Kaltim," kata Slamet, Minggu (23/2/2020).

Meski begitu, Slamet optimistis ekonomi Bumi Etam akan tumbuh. Perpindahan ibu kota negara jadi salah satu pengdongkraknya.

Rencana kepindahan ibu kota negara membuat proyek infratruktur terus digenjot. Hal itu berdampak pada perbaikan sektor transportasi, khususnya logistik.

Di sisi lain Apindo berharap undang-undang sapu jagat atau omnibus law bisa segera diterapkan. Mereka antusias menyambut omnibus law karena diklaim mempermudah investor menanamkan modal, termasuk dalam perizinan.

"Kami sambut baik dan sesuatu yang kita harapkan, karena [selama ini] aturan kita berbelit-belit. Banyak aturan yang menghambat. Harus disederhanakan," jelas Slamet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler