Stok Pangan Kaltim Aman Asal Tidak Ada Panic Buying

“Karena sebagian pemasokan sayur-sayur dari Jawa dan Sulawesi. Daging dari Sulawesi, NTB, dan NTT. Itu yang harus kita kendalikan juga,” ucap Nazrin
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  18:38 WIB
Stok Pangan Kaltim Aman Asal Tidak Ada Panic Buying
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA / Sigid Kurniawan

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Saat pemerintah pertama kali mengumumkan ada warga Indonesia yang positif pandemi Covid-19 atau virus Corona, pembelian besar-besaran terjadi. Kebutuhan bahan pokok diborong warga Jakarta.

Akan tetapi peristiwa tersebut sudah tidak terlihat. Di Kalimantan Timur (Kaltim), Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah, H Nazrin mengatakan bahwa sampai saat ini stok pangan masih aman. Pemerintah provinsi telah melakukan semi isolasi atau lockdown dengan meliburkan sekolah hingga aktivitas beberapa pekerjaan di rumah.

“Sampai 6 bulan ke depan masih aman. Jika ada kondisi lockdown tentu harus diantisipasi karena kemungkinan ada yang menimbun kebutuhan pokok. Ibu-ibu juga tidak sabar dengan memperbanyak stok. Jadi kebutuhan harus sesuai saja. ,” katanya di Balikpapan.

Nazrin menjelaskan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan kordinasi dengan kabupaten dan kota untuk menjaga stabilitas harga. Berdasarkan pantauannya, harga gula sudah naik. Pembatasan pembelian akan dilakukan.

“Ini jadi perhatian kita. Dampaknya pasti akan ke inflasi. Tentu ini ada operasi pasar. Kita akan kordinasi dengan Dinas Perdagangan,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah Kaltim berharap tidak ada kendala teknis seperti gagal panen dari daerah lain yang membuat terbatasnya ketersediaan pangan. Bumi Etam merupakan provinsi yang bergantung pangan dari luar.

“Karena sebagian pemasokan sayur-sayur dari Jawa dan Sulawesi. Daging dari Sulawesi, NTB, dan NTT. Itu yang harus kita kendalikan juga,” ucap Nazrin

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, Virus Corona

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top