Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kelonggaran Kredit tidak Menghilangkan Kewajiban Pembayaran

Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi agar ada kelonggaran kredit kepada rakyat kecil. Arahan tersebut ditelurkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  18:01 WIB
Kepala Kantor OJK Kaltim Made Yoga Sudharma
Kepala Kantor OJK Kaltim Made Yoga Sudharma

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi agar ada kelonggaran kredit kepada rakyat kecil. Arahan tersebut ditelurkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease.

Made Yoga Sudharma, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur (OJK Kaltim), mengatakan bahwa kelonggaran atau restrukturisasi diprioritaskan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 atau Virus Corona. Utamanya pekerja tidak berpenghasilan tetap dan informal.

“Bagi debitur yang merasa usahanya saat ini memang terdampak penyebaran Covid-19, diharapkan segera menghubungi perusahaan jasa keuangan yang bekerja sama dengan debitur untuk mendiskusikan kondisinya,” katanya melalui pesan instan, Kamis (26/3/2020).

Made menjelaskan bahwa POJK 11 tidak mengatur terkait sanksi. Yang diatur seputar restrukturisasi kredit.

“Penundaan atau kelonggaran tidak menghilangkan kewajiban untuk melakukan pembayaran, tapi diberikan kemudahan,” jelasnya.

Contohnya adalah seorang debitur mempunyai kewajiban sebesar Rp1 juta per bulan. Karena Corona usahanya menurun. Setelah dilakukan perhitungan ulang, debitur hanya mampu membayar Rp500.000 per bulan.

Sementara itu masa resktruturisasi selama 1 tahun seperti yang disampaikan Jokowi adalah jangka waktu maksimal. Jangka waktu restrukturisasi diserahkan kepada penilaian bank. Bisa dalam jangka waktu 3, 6, atau 9 bulan.

“Adapun bagi debitur yang tidak terdampak atau masih dapat menjalankan usahanya dan masih memiliki kemampuan keuangan untuk mengangsur, diharapkan untuk tetap dapat memenuhi kewajibannya,” ucap Made.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit OJK Virus Corona
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top