Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PAD Anjlok 50 Persen akibat Corona, Pemkot Balikpapan Ajukan Revisi APBD

Pandemi Covid-19 atau Virus Corona membuat aktivitas masyarakat terhenti. Perekonomian dipastikan lesu, sehingga berdampak terhadap perolehan PAD (Pendapata Asli Daerah) Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  15:47 WIB
Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan perkembangan terbaru positif Corona di wilayahnya, Jumat (20/3/2020) -  Jaffry Prabu P./Bisnis
Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan perkembangan terbaru positif Corona di wilayahnya, Jumat (20/3/2020) - Jaffry Prabu P./Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pandemi Covid-19 atau Virus Corona membuat aktivitas masyarakat terhenti. Perekonomian dipastikan lesu, sehingga berdampak terhadap perolehan PAD (Pendapata Asli Daerah) Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bahwa mau tidak mau akan merevisi anggaran 2020. Dia akan berbicara dengan legislatif meminta restu.

Alasannya adalah pemasukan dari pendapatan asli daerah dan dana bagi hasil diprediksi bakal turun.

“Kita akan prediksi pendapatan akan turun kira-kira 30 persen sampai 50 persen. Jadi kita berhitung yang terburuk yaitu 50 persen,” katanya di Kantor Wali Kota, Selasa (31/3/2020).

Rizal menjelaskan bahwa pemerintah kota menghindari lelang barang atau pembangunan tanpa perhitungan matang. Dia tidak mau saat sudah ada kesepakatan tapi tidak ada uangnya, seperti yang pernah dialami 2015 lalu.

“Alasan kedua kita akan alihkan kegiatan dan dananya untuk antisipasi kalau anggaran penanganan korona membesar,” jelasnya.

Sementara itu Balikpapan telah mengeluarkan kebijakan bukan lagi jaga jarak (physical distance), tapi pengetatan sosial. Langkah tersebut yaitu mempersempit pergerakan warga.

Pengetatan dilakukan karena imbauan untuk menjaga jarak dan hindari aktivitas di tempat umum masih tidak diindahkan. Oleh karena itu, Rizal mengeluarkan surat edaran baru. Isinya menutup sembilan titik di tujuh ruas jalan utama.

Larangan lewat berlaku pada 09.00-15.00 dan 20.00-04.00 yang berlaku mulai besok. Selain itu juga diberlakukan jam malam mulai 23.00-04.00 yang tujuannya agar tidak aktivitas dini hari.

Kebijakan ini tidak berlaku untuk kendaraan darurat seperti ambulan dan pemadam kebakaran. TNI, Polri, dan petugas kesehatan juga bebas aturan ini. Ojek daring pengantar makan juga diperbolehkan lewat jalan.

“Saya rasa ini baik untuk batas ruang gerak,” ucap Rizal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbd balikpapan Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top