Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulitnya Pembelajaran Jarak Jauh di Kalimantan Timur

Anggota DPR Komisi X Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa rata-rata pelaksanaan PJJ yang disurvei masih sangat parah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  14:31 WIB
Anak belajar di rumah
Anak belajar di rumah

Bisnis.com, JAKARTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Kaltim) meminta agar daerah pedalaman mendapat perhatian khusus dan prioritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Anggota DPR Komisi X Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa rata-rata pelaksanaan PJJ yang disurvei masih sangat parah. Dikhawatirkan Indonesia kehilangan generasi penerus jika tidak ada perbaikan fasilitas maupun kebijakan khusus terutama di daerah yang khusus, tidak bisa disamakan.

“Kementerian Pendidikan meyakini PJJ sudah berjalan bahkan sudah 90 persen berjalan dengan baik. Kami tidak yakin. Oleh karena itu, kami mohon kepada Kepala Dinas Pendidikan di daerah untuk membuat dokumen tertulis, terkait permohonan agar PJJ bisa lebih lancar atau jangan diperpanjang,” kata dia, Selasa (14/6/2020).

Agustina menyebut Kepala Dinas bisa menyampaikan dokumen tertulis mengenai berapa sekolah dan berapa daerah yang memiliki kendala perangkat, kendala listrik, jaringan internet, atau transportasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Anwar Sanusi mengatakan, PJJ dilaksanakan cukup mendadak, apalagi tiba-tiba harus ada akses internet dan berjalan secara daring.

“Di Kaltim itu susah, kalau daring seperti ini saya minta ada perlakukan khusus di daerah Kalimantan. Kalau tidak dilakukan akan selesai kita. Malu kita mau jadi IKN [ibu kota negara]. Saya mohon berilah kekhususan untuk Kaltim dalam bidang pendidikan,” ungkap Anwar.

Menurutnya, dulu ketika masih belajar pakai buku saja sudah sulit, karena terkendala distribusi bukunya. Sekarang, pakai internet Kaltim makin ketinggalan.

“Kami minta ditambah bandwidth di pedalaman. Kalau masalah bagaimana membuat media pembelajaran, dan modifikasinya kami sanggup. Dananya itu dananya siapa kalau enggak dari pemerintah,” ujarnya.

Agustina menambahkan bahwa harapannya pendidikan jarak jauh tidak diperlakukan sama di tiap daerah, melihat kebutuhan masing-masing daerah yang berbeda-beda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim kemendikbud
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top