Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ruang Lingkup Usaha di Wilayah KEK Semakin Luas

Semula [sektor] pendidikan dan kesehatan ini tertutup sama sekali bagi Penanaman Modal Asing, nah ke depannya akan diperbolehkan tapi di wilayah KEK saja.
Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Muhammad Mutawallie Sya'rawie - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  21:02 WIB
Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus. - Antara/Rahmad
Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus. - Antara/Rahmad

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperluas peluang investasi dan mendorong kegiatan lalu lintas perdagangan internasional lewat optimalisasi kawasan ekonomi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Deputi Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal BKPM Anna Nurbani mengatakan bahwa optimalisasi kawasan ekonomi saat ini terdapat pada 5 Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) serta 15 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di Indonesia.

Adapun, selain penambahan fasilitas untuk impor barang konsumsi di KEK non-industri, kegiatatan sektor pendidikan dan kesehatan juga dapat dilakukan.

“Semula [sektor] pendidikan dan kesehatan ini tertutup sama sekali bagi Penanaman Modal Asing, nah kedepannya akan diperbolehkan tapi di wilayah KEK saja,” ujarnya dalam acara Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (19/10/2020).

Lebih lanjut, Anna memaparkan bahwa di Kawasan Ekonomi Khusus tersebut, administrator berwenang mengeluarkan perizinan sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) yang dibuat oleh pemerintah pusat. Sedangkan, di KPBPB yang berwenang mengeluarkan perizinan sesuai NSPK adalah Badan Pengusahaan.

Badan usaha juga dapat mengusulkan KEK dengan syarat minimal 50% menguasai lahan di wilayah tersebut. Dimana, dalam pengawasan dan pelaksanaannya pemerintah daerah setempat wajib mendukung KEK tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim kek
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top