Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akademisi : Ada Kecenderungan Masyarakat Mengabaikan Protokol Kesehatan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut diantaranya adalah predisposisi yaitu pengetahuan atau persepsi masyarakat pribadi terhadap Covid-19 ini.
Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Muhammad Mutawallie Sya'rawie - Bisnis.com 09 November 2020  |  19:49 WIB
Pameran desain masker yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingya menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19. - Antara/Fauzan.
Pameran desain masker yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingya menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19. - Antara/Fauzan.

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman Iwan Muhammad Ramdan menyatakan pengendalian kasus Covid-19 sangat ditentukan perilaku masyarakat.

Ironisnya, ada kecenderungan masyarakat mulai abai protokol kesehatan setelah tujuh bulan pandemi berlangsung. “Ada kecenderungan perilaku masyarakat mengabaikan protokol kesehatan,” ujarnya, Jumat (6/11/2020).

Iwan mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut diantaranya adalah predisposisi yaitu pengetahuan atau persepsi masyarakat pribadi terhadap Covid-19 ini.

“Hal tersebut ditentukan oleh bagaimana masyarakat mendapatkan info [Covid-19] dengan benar,” katanya.

Selanjutnya, persepsi atau kerentanan yang maksudnya adalah masyarakat akan berperilaku baik jika rentan terkena Covid-19.

Iwan juga menyebutkan orang-orang dengan mobilitas tinggi harus memiliki informasi terkait Covid-19 dengan benar.

Persepsi juga dikaitkan dengan manfaat pencegahan artinya bagaimana upaya pencegahan sendiri harus dilakukan dengan benar. Perilaku mulai abai terhadap protokol kesehatan memiliki validitas cukup tinggi berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dosen fakultas kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan kawasan zona orange harus tetap menjalankan protokol kesehatan dan masyarakat yang paham dapat menularkan pengetahuan nya agar tersampaikan informasi dengan benar.

Pria yang juga tergabung dalam Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) ini menuturkan bahwa pihaknya menyatakan diri mendukung pemerintah terkait pengadaan vaksin dengan beberapa syarat.

“Kami mendukung pemerintah dalam pengadaan vaksin sebagai upaya penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Agar sesuai maka Iwan mengajukan beberapa syarat diantaranya tingkat keamanan yang baik, tingkat kemanjuran sebagai pembentuk antibodi, wajib melalui seluruh hasil proses uji coba yang dikomunikasikan terhadap masyarakat dan direview oleh pakar, serta lolos uji Badan Pengawas Obat dan Makanan.

“Dan ingat vaksin bukan lah solusi akhir,” tuturnya.

Dalam mencegah penyebaran Covid-19 tentu harus memperhatikan pula imunitas tubuh. Dalam hal ini, Iwan memberikan beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh tersebut.

Pertama, mengkonsumsi vitamin c dan akan lebih bagus jika bersumber langsung dari buah buahan seperti jeruk. Kedua, mengkonsumsi vitamin D, karena hal itu dijelaskan dapat membantu imun dalam menghadapi badai sitokin.

Selanjutnya, pemenuhan asupan Zinc, asam lemak omega 3 dan madu sebagai anti oksidan. Dari sisi psikologi, Iwan memaparkan bahwa masyarakat tidak boleh stress karena hal tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Kemudian, tubuh harus selalu bergerak dan pandemi Covid-19 bukan lah menjadi alasan untuk kita menjadi malas-malasan. Namun, tetap dijalankan dengan protokol kesehatan karna hal tersebut jangan sampai menimbulkan klaster baru Covid-19.

“Yang terakhir adalah istirahat yang cukup. Pokoknya, dengan pola hidup seimbang kita bisa hadapi Covid-19,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top