Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penghentian Visa Umrah Indonesia, Ini Kata Agen Perjalanan

Pemerintah Indonesia hanya mengikuti ketentuan dari pihak Arab Saudi mengenai pelaksanaannya.
Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Muhammad Mutawallie Sya'rawie - Bisnis.com 17 November 2020  |  15:00 WIB
Ilustrasi jemaah umroh. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi jemaah umroh. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Penghentian sementara visa umrah untuk jemaah Indonesia dinilai sudah diprediksi oleh agen travel.

Direktur PT Shafa Alanshor Travel Balikpapan Susilo menyatakan sudah di prediksi lantaran belum terdapat ketentuan yang jelas dari pemerintah Saudi mengenai aturan PCR kepada para jemaah, penyesuaian tata cara ibadah dan lain sebagainya.

“Rata-rata [agen] travel bingung [terkait] biaya [yang dibutuhkan],” ujarnya, Senin (17/11/2020).

Susilo mengatakan aturan terkait karantina, jadwal ibadah dan hotel juga belum jelas. Di sisi lain, Pemerintah Indonesia hanya mengikuti ketentuan dari pihak Arab Saudi mengenai pelaksanaannya.

“Bahkan ada yang di PCR sampai tiga kali, dan ibadah sholat sangat ketat dibatasi,” sambungnya.

Selanjutnya, Susilo, mengatakan pihaknya memiliki beberapa calon jemaah umrah yang berusia di atas 50 tahun akan tetapi tidak jadi berangkat karena terpengaruh dengan adanya ketentuan protokol kesehatan yang belum jelas.

Kendati demikian, Susilo berharap bahwa setelah adanya evaluasi dari pemerintah Arab Saudi, aturan mengenai keberangkatan umroh dapat lebih baik lagi.

“Ibadah kalau bisa dibatasi kegiatan nya saja [sesuai protokol dengan menjaga jarak],” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim umroh
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top