Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Kaltim November 2020 Naik 7,37 persen

Nilai ekspor berbagai komoditas migas dan nonmigas dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke sejumlah negara tujuan pada Oktober 2020 mencapai US$0,92 miliar.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  18:26 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SAMARINDA — Nilai ekspor berbagai komoditas migas dan nonmigas dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke sejumlah negara tujuan pada Oktober 2020 mencapai US$0,92 miliar.

Hal tersebut menjadikan kenaikan hingga 7,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, nilai ekspor barang migas Oktober 2020 mencapai US$57,50 juta, turun 4,57 persen dibanding September 2020. 

“Ekspor barang nonmigas sebesar 859,06 juta, naik 8,28 persen dibanding September," ujar Kepala BPS Provinsi Kaltim Anggoro Dwitjahyono di Samarinda, Selasa (1/12/2020).

Anggoro menyatakan bahwa kenaikan ekspor pada Oktober disebabkan oleh naiknya sebagian nilai ekspor barang nonmigas, khususnya komoditas hasil tambang. 

“Kenaikan nilai ekspor Oktober 2020 sangat dipengaruhi oleh naiknya nilai ekspor golongan barang bahan bakar mineral nonmigas yang mengalami kenaikan sebesar 15,40 persen dan minyak nabati serta olahannya sebesar 17,32 persen,” ujarnya.

Persentase kenaikan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan ikan, krustasea, dan invertebrata air lainnya sebesar 82,52 persen.

Sedangkan persentase penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan mesin dan peralatan mekanis yaitu sebesar 78,07 persen.

Selanjutnya, Anggoro menyebutkan negara tujuan utama ekspor migas Kaltim pada September 2020 adalah Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan yang masing-masing mencapai US$11,35 juta, US$24,33 juta, dan US$10,23 juta.

Ketiga negara tersebut menjadi penyumbang ekspor migas Kaltim sebesar 79,86 persen terhadap total ekspor pada bulan Oktober.

Lebih lanjut, Anggoro menyatakan persentase penurunan ekspor migas terbesar terjadi pada negara Malaysia sebesar 3,53 persen, yaitu dari US$8,67 juta menjadi US$8,37 juta.

Hilangnya nilai ekspor migas ke benerapa negara juga menjadi faktor penyebab turunnya nilai ekspor migas Kalimantan Timur. Sementara itu pada Oktober 2020 ini muncul transaksi nilai ekspor migas ke Negara Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura.

Untuk negara-negara tujuan utama ekspor non migas Kaltim adalah India, Tiongkok, dan Filipina dengan capaian masing-masing adalah US$212,68 juta, US$179,64 juta, dan US$55,79 juta. 

Peranan ketiga negara tersebut membuat ekspor non migas Kaltim mencapai 55,79 persen terhadap total ekspor pada bulan September.

Persentase kenaikan terbesar ekspor nonmigas pada Oktober jika dibandingkan dengan September terjadi ke negara Bangladesh sebesar 238,12 persen, yaitu dari US$11,43 juta menjadi US$38,64 juta.

"Sedangkan persentase penurunan terbesar terjadi ke Taiwan sebesar 37,06 persen, yaitu dari 70,27 juta dolar AS menjadi 44,23 juta dolar AS." kata Anggoro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kaltim
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top