Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kota Balikpapan Catatkan Inflasi Desember 2020 Sebesar 0,25 persen

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Achmad Zaini menyatakan bahwa inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran antara lain makanan, minuman dan tembakau.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  23:09 WIB
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur./Antara - Novi Abdi
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur./Antara - Novi Abdi

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mencatat tingkat inflasi di Kota Minyak tersebut sepanjang Desember 2020 sebesar 0,25 persen. Apabila dilihat secara tahunan (year-on-year) dan tahun kalender (year-to-date), inflasi di Kota Balikpapan mencapai 0,65 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Achmad Zaini menyatakan bahwa inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

Kategori tersebut mencakup Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,67 persen diikuti Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,36 persen; kelompok transportasi sebesar 0,35 persen dan Kelompok Perlengkapan, Peralatan Dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,31 persen.

Selanjutnya, kelompok yang menunjukkan indeks yang stabil dibanding bulan sebelumnya yaitu Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga kelompok Kesehatan, Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan, Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya, dan Kelompok Pendidikan.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga adalah Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (-0,19 persen),” seperti dikutip dari berita resmi statistik BPS Balikpapan, Senin (4/1/2021).

Kemudian, dengan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat, maka perlu dilakukan pemutakhiran tahun dasar Indeks Harga Konsumen (IHK), dari 2012=100 menjadi 2018=100, dan berlaku mulai Februari 2020.

Pemutakhiran tahun dasar dilakukan berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan selama 2018. Beberapa perubahan mendasar, khususnya dari sisi cakupan, klasifikasi pengelompokan komoditas, metodologi penghitungan IHK, paket komoditas dan diagram timbang.

Sementara itu, komoditas yang mengalami kenaikan harga sebagai andil tertinggi dalam inflasi di Kota Balikpapan antara lain telur ayam ras yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 7,02 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,0623 persen, diikuti oleh cabai rawit yang mengalami kenaikan indeks sebesar 22,73 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,0590 persen, serta semangka dengan kenaikan indeks sebesar 22,34 persen dan memberikan andil sebesar 0,0296 persen.

Adapun, komoditi yang mengalami penurunan indeks harga tertinggi adalah daging ayam ras yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 3,45 persen dan memberikan andil sebesar -0,0670 persen, diikuti emas perhiasan yang mengalami penurunan indeks sebesar 1,11 persen dan memberikan andil -0,0155 persen, serta ikan trakulu dengan penurunan indeks 6,07 persen dan memberikan andil -0,0122 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi bps balikpapan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top