Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamax dan Pertamax Turbo Laris Manis Selama Nataru di Kalimantan

Tren peningkatan konsumsi yang positif ini telah memperlihatkan bahwa masyarakat sudah memiliki kesadaran lebih akan bahan bakar yang berkualitas.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 06 Januari 2021  |  22:22 WIB
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VI Kalimantan mencatat peningkatan konsumsi pada gasoil dan gasoline selama Nataru.

Executive General Manager Pertamina Regional Kalimantan Freddy Anwar menyatakan bahwa tren peningkatan konsumsi yang positif ini telah memperlihatkan bahwa masyarakat sudah memiliki kesadaran lebih akan bahan bakar yang berkualitas.

“Pertamax dengan RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98, menunjukkan bahwa pengendara atau masyarakat sudah mengetahui produk mana yang berkualitas tidak hanya untuk kesehatan kendaraan tetapi juga untuk lingkungan yang lebih baik,” ujarnya, Rabu (6/1/2021).

Selanjutnya, Freddy menambahkan pada masa liburan natal dan tahun baru, respon konsumen terhadap produk Pertamax Series dan Pertamina Dex meningkat

“Kita ketahui bahwa kedua produk tersebut dapat mempertahankan performa kendaraan tetap prima,” katanya.

Berdasarkan data Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan, peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis gasoline terdapat di produk Pertamax dan Pertamax Turbo.

Pertamina mencatatkan peningkatan konsumsi Pertamax untuk wilayah Kalimantan pada masa Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 meningkat sebanyak 14 persen atau sebesar 658 kiloliter/hari dari konsumsi normal harian yaitu 584 kiloliter/hari. Tidak hanya Pertamax, Pertamax Turbo juga turut meningkat sebesar 28 persen atau 24 kiloliter/hari dari konsumsi normal harian yaitu 19 kiloliter/hari.

Secara rinci, di wilayah Kalimantan Timur, Pertamax mengalami peningkatan konsumsi sebesar 3 persen atau 65 kiloliter/hari dibandingkan dengan konsumsi normal harian yaitu 36 kiloliter/hari. Sedangkan untuk Pertamax Turbo, konsumsi meningkat sebesar 28 persen atau 7 kiloliter/hari dari konsumsi normal harian sebesar 6 kiloliter/hari.

Wilayah Kalimantan Barat juga mengalami tren kenaikan untuk Pertamax yaitu 78 persen atau 65 kiloliter/hari dari konsumsi normal harian 36 kiloliter/hari. Begitu pula dengan Pertamax Turbo yaitu meningkat 29 persen atau 2,4 kiloliter/hari dibandingkan konsumsi normal harian 1,9 kiloliter/hari.

Pertamax di wilayah Kalimantan Selatan mengalami peningkatan sebesar 12 persen (258 kiloliter/hari) dari konsumsi normal hariannya sebesar 231 kiloliter/hari . Pertamax Turbo mengalami peningkatan juga yaitu 46 persen (8 kiloliter/hari) dari konsumsi normal harian 6 kiloliter/hari. 

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, Pertamax mengalami peningkatan konsumsi sebesar 7 persen (207 kiloliter/hari ) dibandingkan dengan konsumsi normal harian yaitu 195 kiloliter/hari. Sedangkan untuk Pertamax Turbo, konsumsi meningkat sebesar 9 persen (6,4 KL/hari) dari konsumsi normal harian sebesar 5,9 kiloliter/hari.

Adapun, pada wilayah Kalimantan Utara juga mengalami tren kenaikan untuk Pertamax yaitu sebesar 25 persen (11 kiloliter/hari) dari konsumsi normal harian 8,7 kiloliter/hari. Namun, belum terdapat konsumsi Pertamax Turbo di wilayah Kalimantan Utara.

Kemudian, peningkatan BBM berjenis gasoil terlihat pada produk Pertamina Dex, di mana untuk wilayah Kalimantan meningkat 7 persen (29 kiloliter/hari) dibandingkan dengan konsumsi normal harian yaitu 27 kiloliter/hari.

Produk Pertamina Dex di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat meningkat konsumsinya sebesar 20 persen (5,3 kiloliter/hari)  dan 3 persen (8,8 kiloliter/hari) masing-masing dari konsumsi normal harian 4,4 kiloliter/hari dan 8,5 kiloliter/hari.

 Untuk wilayah Kalimantan Selatan, Pertamina Dex mengalami peningkatan konsumsi sebesar 46 persen (7 kiloliter/hari) dibandingkan dengan konsumsi normal harian yaitu 4,6 kiloliter/hari.

Adapun, penurunan penjualan Produk Pertamina Dex terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 14 persen (8,4 kiloliter/hari) dari konsumsi normal harian 9,7 kiloliter/hari, serta belum ada konsumsi Pertamax Turbo di wilayah Kalimantan Utara.

Sebagai informasi, Pertamina MOR VI hingga 10 Januari melaksanakan Satuan Tugas untuk BBM dan LPG di wilayah Kalimantan untuk memastikan kebutuhan BBM dan LPG untuk masyarakat terpenuhi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina kalimantan pertamax
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top