Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaltim Segera Realisasikan Kawasan Pertanian Terintegrasi Berbasis Korporasi Petani

Kaltim sendiri masuk menjadi Kawasan Pertanian Prioritas untuk komoditi padi, jagung, cabai, bawang merah, jeruk, pisang, kakao, lada, kelapa sawit, karet, kelapa, sapi potong, ayam buras, dan babi
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  19:57 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan menyusun kawasan pertanian terintegrasi berbasis korporasi petani.

Kepala Bidang Pengembangan Komoditi Dinas Perkebunan Siti Wahyuni menyatakan kawasan tersebut akan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai landasan hukum.

"Penyusunannya sudah dari tahun lalu, tinggal menunggu SK Gubernur saja, mungkin bulan ini," ujarnya, Senin (15/2/2020).

Sebagai informasi, Keputusan Menteri Pertanian nomor 472 tahun 2018 tentang Lokasi Kawasan Pertanian Nasional telah membagi empat prioritas ke sejumlah provinsi di Indonesia, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Kaltim sendiri masuk menjadi Kawasan Pertanian Prioritas untuk komoditas padi, jagung, cabai, bawang merah, jeruk, pisang, kakao, lada, kelapa sawit, karet, kelapa, sapi potong, ayam buras, dan babi.

Kendati demikian, Pemprov Kaltim sendiri menyusun beberapa usulan baru yang lebih cocok berdasarkan kondisi geografis.

Wanita yang akrab disapa Yuni itu menambahkan beberapa daerah tersebut diantaranya adalah Kabupaten Kutai Barat untuk komoditas karet dan Kabupaten Berau untuk komoditas kakao.

"Nanti dari Pemprov akan menetapkan sejumlah kelompok tani di kawasan tersebut untuk menjadi kawasan terintegrasi," katanya.

Dimana, Yuni menuturkan pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Pekerjaan Umum dalam membantu terkait pemasaran dan infrastruktur.

"Misalnya kawasan tersebut belum ada akses, maka akan dibuatkan jalan kebun," tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya juga melakukan peremajaan, perluasan dan intensifikasi komoditas pada 2021. Khusus intensifikasi, Kaltim menyiapkan 5 komoditas unggulan yaitu kelapa sawit, lada, karet, kakao dan kelapa.

Dengan rincian, luasan masing-masing komoditas yaitu, kelapa sawit 100 hektare, Lada 150 hektare ,karet 100 hektare, kakao 150 hektare dan kelapa 20 hektare.

Adapun, Yuni mengharapkan petani bukan hanya berhasil dalam budidaya saja melainkan juga dapat mendapatkan nilai tambah dari hilirisasi komoditi tersebut.

"Nanti sampai ke pemasarannya dibantu, nanti dimitrakan dengan perusahaan sehingga membantu peningkatan [kesejahteraan] petani," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top