Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menyasar Kaum Milenial, Pertamina Berdayakan Mitra UKM Batik Khas Kaltim

Produk batik tulis dibanderol dengan harga Rp600.000 untuk 2 meter. Kemudian batik printing Rp75.000 per lembarnya.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 14 April 2021  |  14:27 WIB
Jenis batik khas Kaltim yang di produksi oleh Iwatik. - Istimewa
Jenis batik khas Kaltim yang di produksi oleh Iwatik. - Istimewa

Bisnis.com, SAMARINDA — PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan usaha mikro dan kecil (UMK) sebagai mitra binaan untuk naik kelas melalui Program Kemitraan.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto menyatakan pihaknya akan terus mendukung pengembangan produk-produk kebudayaan lokal agar lebih mendunia terutama batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

“Semua ini harus kita jaga dengan cara melestarikan para perajin dan UMK yang bergerak di bidang tersebut agar terus berkembang dan mampu naik kelas hingga kancah global” ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Agus menambahkan melalui Program Kemitraan tersebut pihaknya juga ingin senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi melalui energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Selanjutnya, dia menjelaskan hal tersebut juga menjadi implementasi (Sustainable Development Goals) SDGs tujuan ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta menjalankan ESG dibidang sosial.

"ESG atau Environmental, Social & Governance (ESG) Management, merupakan langkah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya yang berfokus pada keberlanjutan bisnis secara jangka panjang. Dengan cara ini, Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial," jelasnya.

Pemilik usaha Iwatik Sri Sunarti, sebagai mitra binaan Pertamina, mengatakan pihaknya memulai usaha dari keinginannya belajar membatik pada tahun 2017 sebagai langkah awal. Kemudian, dia kerap mengikuti setiap kegiatan pelatihan membatik yang terjangkau.

“Dimana pun ada pelatihan saya ikut. Di PKK, kemudian di Samarinda ada pelatihan membatik saya ikut. Ternyata mencanting dan melukis enak juga ya,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan bahwa menyasar target pasar kaum milenial yang dianggap sebagai upaya membudayakan memakai batik untuk anak muda, di samping jumlah populasinya yang banyak di masyarakat.

Wanita berusia 58 tahun tersebut juga menuturkan dari modal kain dasar yang dimiliki, karya batik tulis dengan motif khas Balikpapan atau Kalimantan bisa menjadi satu lembar yang banyak diminati masyarakat termasuk dari instansi pemerintah. Motif yang ditawarkan terdiri dari Karang Munting, Lengkungan Kaltim, Cemara dan motif lainya.

Adapun, kini usahanya bukan hanya sekadar mencari keuntungan semata. Namun, juga berbagi ilmu dengan membuka kelas membatik yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Balikpapan Tengah.

“Bersyukur menjadi mitra binaan Pertamina. Alhamdulillah permintaan batik lancar, dan semakin banyak orang yang mau belajar membuat batik khas Kalimantan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Toko Iwatik berlokasi di Jalan RE Martadinata No. 31 Balikpapan Tengah Kalimantan Timur. Dimana, dalam pembuatan batiknya, dia dibantu satu karyawan disabilitas dan seorang ibu yang juga usianya tidak muda ditambah dua karyawan lainnya.

Produk batik tulis dibanderol dengan harga Rp600.000 untuk 2 meter. Kemudian batik printing Rp75.000 per lembarnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top