Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

April 2021, Penjualan Daihatsu Balikpapan Naik 33 Persen

Kepala Cabang Daihatsu Balikpapan Nidzom mengatakan dengan pencapaian tersebut market share Daihatsu naik menjadi 7 persen.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  16:55 WIB
Daihatsu Sigra - Antara
Daihatsu Sigra - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN –- Daihatsu Balikpapan mencatat kenaikan penjualan ritel sebesar 33 persen dengan pencapaian 129 unit pada April 2021 dibandingkan Maret 2021 yang mencapai 97 unit.

Kepala Cabang Daihatsu Balikpapan Nidzom mengatakan dengan pencapaian tersebut market share Daihatsu naik menjadi 7 persen.

"Di saat total market share turun 7 persen, Daihatsu naik 7 persen untuk periode Januari hingga April 2021,” ujarnya, Senin (24/5/2021).

Kemudian, Nidzom mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut ditopang dari penjualan Daihatsu Sigra sebanyak 48 unit, disusul Daihatsu Ayla 28 unit, Daihatsu Grand Max 25 Daihatsu Terios mencapai 17 Unit dan sisanya terbagi untuk unit yang lain dengan total 129 unit.

“Saya rasa ini murni karena produk Ayla dan Sigra itu sudah menjadi idol (masyarakat),” ungkapnya.

Dia menambahkan, awalnya hanya menargetkan penjualan 70 unit pada awal tahun, tetapi penjualan untuk triwulan pertama sudah bagus dan 2 bulan terakbhir selalu mencapai target.

Selain itu, Nidzom memproyeksikan target penjualan sebesar 20 persen pada semester II/2021. Dimana, rata-rata tiap bulan terjual 90 unit.

Di sisi lain, Nidzom menuturkan kondisi saat ini masih belum mendekati normal apabila melihat market share dibanding tahun lalu yang masih turun, khususnya di wilayah Balikpapan.

Kendati demikian, dia mengharapkan pihaknya dapat menyamai capian penjualan pada tahun 2019 yaitu sebanyak 500 unit.

“Seharusnya kalau di angka normal bisa kembali seperti itu, harusnya ya,” terangnya.

Adapun, dia menilai penanganan Covid-19 menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi, dimana kondisi di Kota Balikpapan berbeda dengan kota-kota lain yang bergantung di sektor manufakturing, seperti Jakarta dan Surabaya.

“Di Balikpapan lebih banyak industri ritel, dan masih sangat luas daerahnya. Jadi masih banyak area area yang masih bisa di improve untuk peningkatan angka [penjualan]. [Peningkatan] karena kita melakukan banyak promo, dan menggelar event setiap bulan seperti kita kasih undian motor untuk daya tarik,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daihatsu
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top