Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabupaten Sambas Siap Tarik Investor Lewat 3 Sektor Potensial

Mengapa tiga sektor tersebut? Karena secara geografis, sumber daya alam dan budaya, Kabupaten Sambas memiliki keunggulan komparatif untuk dikelola dan diolah secara kompetitif
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  20:17 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN –- Pemerintah Kabupaten Sambas menyiapkan tiga sektor potensial bagi para investor.

Bupati Sambas Satono menyatakan hal tersebut merupakan upaya dalam merealisasikan janji politik untuk memperbaiki perekonomian daerah sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat.

“Mengapa tiga sektor tersebut? Karena secara geografis, sumber daya alam dan budaya, Kabupaten Sambas memiliki keunggulan komparatif untuk dikelola dan diolah secara kompetitif,” dikutip dari keterangan resmi, Rabu (26/5/2021).

Dia melanjutkan untuk sub sektor pertanian, Kabupaten Sambas memiliki banyak komoditas hortikultura yang selama ini sangat produktif seperti, produksi jeruk siam yang mencapai 1,2 juta ton per tahun.

“Komoditas hortikultura lain yang potensinya lebih besar dari produksinya selama ini seperti pisang, rambutan, durian, dan lain-lain,” katanya.

Kemudian, dia memaparkan untuk sub sektor peternakan, terdapat potensi peternakan sapi dan ayam serta itik.

Selain itu, Satono menjelaskan sektor perikanan baik laut maupun budidaya di Kabupaten Sambas juga memiliki potensi yang besar.

“Dengan Panjang garis pantai 198,76 kilometer, dan kemampuan menghasilkan ikan setiap tahun di atas 20.000 ton,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat (BPS Kalbar), struktur ekonomi Kalbar pada kuartal I tahun 2021 didominasi oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 24,00 persen, disusul Industri Pengolahan 16,30 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor 12,66 persen serta sektor Konstruksi sebesar 11,66 persen.

Selanjutnya, dengan digalakkannya sektor pariwisata oleh pemerintah pusat sebagai sumber daya ekonomi yang bisa diperbarui, Satono menilai hal tersebut juga akan menjadi perhatian utama dalam pembangunan ekonomi.

“Strategi kami adalah menarik wisatawan negara tetangga yang secara geografis lebih dekat dengan Kabupaten Sambas selain juga menarik wisatawan dari daerah lain di Indonesia,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menghadapi tantangan untuk meningkatkan nilai ekonomi berbagai sumber daya alam melalui hilirisasi sekaligus sektor pengolahannya.

Menurutnya, selama ini hasil hortikultura melimpah ruah di musim panen, tetapi masyarakat kurang mendapatkan manfaat karena harganya jatuh.

Adapun, dia mengharapkan peran pemerintah daerah maupun pusat untuk menstimulasi pembangunan ekonomi dalam rangka membangun kebutuhan sarana dan prasarana hilirisasi industri.

“Kami memahami bahwa kami tidak bisa memajukan daerah dengan menggantungkan dana transfer daerah termasuk pendapatan asli daerah (PAD) yang minim sehingga kami membutuhkan investor untuk berperan dalam mengelola berbagai sumber daya alam yang ada di Kabupaten Sambas,” pungkasnya.

Menurut catatan Bisnis, semua provinsi di Kalimantan mengalami kontraksi secara spasial pada kuartal I tahun 2021. Dimana, kontraksi terendah terjadi di Kalimantan Barat sebesar 0,10 persen.

Sebagai informasi, luas wilayah Kabupaten Sambas mencapai 639.570 hektare (4,36% dari luas wilayah Kalbar dan kabupaten dengan penduduk terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Barat).

Terletak pada bagian pantai barat paling utara yang berbatasan dengan Malaysia Timur (Sarawak) dan Laut Natuna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalimantan
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top