Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Industri Galangan Kapal di Kaltim Terdampak Peralihan Oksigen dari Industri ke Medis

Direktur Utama PT Galangan Balikpapan Utama Novan Theodorus menyatakan saat ini usaha galangan kapal, khususnya perbaikan kapal mengalami kesulitan dalam hal pekerjaan hot work seperti penggantian plat atau pipa.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  19:40 WIB
Industri Galangan Kapal di Kaltim Terdampak Peralihan Oksigen dari Industri ke Medis
Foto aerial kawasan Galangan Balikpapan Utama, di Balikpapan, Kaltim. - PT Galangan Balikpapan Utama Shipyard
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pengalihan oksigen industri menjadi oksigen medis turut berdampak pada usaha industri galangan kapal di Provinsi Kalimantan Timur.

Direktur Utama PT Galangan Balikpapan Utama Novan Theodorus menyatakan saat ini usaha galangan kapal, khususnya perbaikan kapal mengalami kesulitan dalam hal pekerjaan hot work seperti penggantian plat atau pipa.

“Karena itu memerlukan oksigen sabagai sarana penunjang produksi,” ujarnya, Selasa (27/7/2021).

Kendati demikian, dia menyebutkan saat ini pelaku usaha bisa berupaya mensubstitusi oksigen dengan berinvestasi alat potong jenis lain sepeti Plasma Cutting.

Di sisi lain, dia mengungkapkan bahwa industri galangan kapal, baik yang membuat kapal baru maupun repairing, terkendala Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menurutnya, jumlah pekerja yang dibatasi sangat berdampak terhadap kemampuan operasional industri di tengah kondisi pandemi.

“Ya [saat ini] kita survival mode, belum ada ekspansi karena galangan ini kan sebagai salah satu industri pendukung pelayaran nasional,” katanya.

Dia menambahkan, selama ini pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja .

“Kami juga bekerja sama bersama dinas kesehatan pelabuhan seperti memastikan semua penumpang yang masuk ke galangan dilakukan antigen/ PCR," katanya.

Adapun, dia berharap pemerintah daerah dapat lebih tegas dalam menangani dan sosialisasi penanganan Covid-19, khususnya di sektor kelautan.

"Apalagi Balikpapan menjadi pintu masuk Kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top