Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serba Serbi 3 Tahun Pemprov Kalbar

Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan salah satu capaian yang meningkat adalah volume Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 07 September 2021  |  20:40 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. - Antara
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) melaporkan sejumlah perkembangan daerah dalam 3 tahun terakhir kepada publik.

Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan salah satu capaian yang meningkat adalah volume Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat awal menjabat pada 2018, APBD Kalbar mencapai Rp5,61 triliun, lalu meningkat menjadi Rp6,26 triliun pada 2019 dan menjadi Rp6,38 triliun di tahun 2020.

“Saya tidak bicara murninya (perubahan) dan 2021 ini volume APBD Kalbar mencapai Rp7,09 triliun tapi nanti akan berkurang menjadi enam  kan seiring dengan turunnya dana transfer dan PAD,” ujarnya dalam sebuah webinar yang dikutip, Selasa (7/9/2021).

Selanjutnya, dia mengungkapkan bahwa PAD juga berhasil mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2018 realisasi mencapai Rp2,19 triliun dari target Rp1,79 triliun.

Kemudian, realisasi sebesar Rp2,30 triliun dari target Rp2,18 triliun pada 2019 dan di tahun 2020 realisasi PAD Kalbar mencapai Rp2,15 triliun dari target Rp2,25 triliun.

Sedangkan, Sutarmidji menyatakan target pada tahun 2021 adalah sebesar Rp2,4 triliun.

“Artinya apa? Masa tiga tahun kepemimpinan saya bersama Ria Norsan, PAD itu sudah meningkat kurang lebih 700 Miliar tanpa kita menambah pajak baru artinya hanya intensifikasi tidak ekstensifikasi, tidak menambah jenis retribusi tidak menambah pajak baru,” jelasnya.

Adapun, dia menargetkan hingga akhir masa jabatan, PAD Kalbar dapat meningkat Rp1 triliun dibandingkan masa awal jabatan.

“Dan itu bukan hal yang sulit sebetulnya kita bisa di capai itu,” pungkasnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa sisa 2 tahun masa pemerintahannya bersama Wakil Gubernur yang akan digunakan untuk menyelesaikan beberapa progres jalan.

"Fokus kami di tahun 2022 dan 2023 yaitu infrastruktur jalan. Kami akan menyelesaikan beberapa jalan di Kubu Raya, seperti di Rasau Jaya dan Kakap,” katanya.

Kemudian, dia mengungkapkan bahwa Jalan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara telah diusulkan kepada pemerintah pusat untuk dilakukan perbaikan.

Selain itu,  Jalan Teluk Batang, Sukadana Siduk, Air Upas Tanjung - Marau - Manis Mata, dan Manis Mata-Tahub, mulai dikerjakan dan dilakukan perbaikan pada 2022.

Selanjutnya, Pemprov Kalbar akan membangun seluruh jalan di daerah Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Landak.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar baru mencapai 67,66 dan berada di bawah capaian angka nasional yaitu sebesar 71,90. Adapun, dalam 2 tahun kedepan Pemprov Kalbar akan meningkatkan akses air bersih yang seharusnya di atas 60%.

“Perlu ada kolaborasi investasi untuk membangun PDAM dengan kemampuan 300 liter/detik, seperti pembangunan jaringan oleh pemerintah pusat," pungkasnya.

Berdasarkan profil dan capaian pembangunan Kalbar untuk indikator kinerja utama, untuk indeks infrastruktur sebesar 62,78, gini rasio mencapai 0,325 dan indeks kualitas lingkungan hidup 70,07 serta indeks reformasi birokrasi dan nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang masing-masing mendapat nilai B pada tahun 2020.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top