Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT Maha Trans Aviation Garap Bisnis Angkutan Udara di Kaltara

Operator udara yang menawarkan layanan penumpang dan kargo di wilayah Papua tersebut memilih Provinsi Kaltara karena dinilai sebagai daerah perbukitan dan tidak memiliki pegunungan tinggi.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 18 Oktober 2021  |  19:31 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SAMARINDA –- PT Maha Trans Aviation berupaya menggarap sektor bisnis kargo dan penumpang di Kalimantan Utara.

Operator udara yang menawarkan layanan penumpang dan kargo di wilayah Papua tersebut memilih Provinsi Kaltara karena dinilai sebagai daerah perbukitan dan tidak memiliki pegunungan tinggi.

“Saya pikir di Kaltara cukup bagus karena masih banyak daerah yang memiliki landasan-landasan pendek itu seperti di Binuang. Nah kebetulan pesawat ini untuk runway pendek cukup bagus,” kata Chief Executive Officer (CEO) PT Maha Trans Aviation Mun’im Mahalik, Senin (18/10/2021).

Dia menambahkan, pesawat berjenis GA 8 Airvan piston adalah pesawat yang multifungsi, yaitu bisa digunakan untuk kargo, penumpang, atau sekadar melakukan foto udara.

“Malah ada yang dipakai untuk VIP, jadi tempat duduknya dibuat di eksekutif gitu,” katanya.

Mun’im menjelaskan, kelebihan pesawat ini adalah memiliki ruang yang lebih luas dibandingkan pesawat selevelnya yaitu CESNA 206.

“Aspek teknisnya sendiri, mampu mengangkut hingga 590 kilogram dengan daya tahan terbang selama 5 jam di udara dalam kondisi prima,” jelasnya.

Adapun, dia menuturkan bahwa untuk kerjasama dengan Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (Perusda MBS) Kalimantan Timur, pihaknya akan berupaya lebih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di Kalimantan Utara.

“Dengan adanya ini, insyaallah bisa bantu lebih banyak mendistribusikan manusia ataupun kargo ke daerah-daerah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltara
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top