Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Asing di Kaltim Bergeser ke Industri Nilai Tambah

Investasi yang ada sudah harus bergeser ke investasi-investasi yang menghasilkan industri nilai tambah yang lebih tinggi.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 10 November 2021  |  12:51 WIB
Angkutan batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta
Angkutan batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, SAMARINDA – Bank Indonesia mendukung realisasi investasi asing untuk dapat menumbuhkan sektor ekonomi baru yang ada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Tutuk SH Cahyono menyatakan investasi yang ada sudah harus bergeser ke investasi-investasi yang menghasilkan industri nilai tambah yang lebih tinggi.

Hal tersebut seiring dengan tercatatnya subsektor industri makanan sebagai sektor usaha dengan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tertinggi yaitu sebesar US$ 112,70 juta atau sebesar 44,53 persen dari keseluruhan PMA pada kuartal III/2021.

Dengan kata lain, hal tersebut menempatkan subsektor pertambangan di urutan kedua dengan jumlah investasi sebesar US$ 76,46 juta atau 30,21 persen dan disusul subsektor Transportasi, Gudang & Komunikasi sebesar US$ 27,47 juta atau 10,85 persen.

Itu bagus sekali, [investasi] harus pro lingkungan, dampak sosial dan tata kelolanya juga bagus. Jadi investor-investor yang punya visi jangka panjang itu sangat memperhatikan yang namanya ESG (Environment, Sosial, Governance),” ujarnya, Selasa (9/11/2021).

Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertambangan masih memiliki share pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kaltim dengan porsi 46,82 persen, diikuti PMTB sebesar 29,95 persen dan industri pengolahan sebesar 17,06 persen.

Dia menambahkan, investasi yang memiliki dampak bagus disertai dengan masuknya industri yang berkualitas tinggi ke Kaltim.

“Itu terjadi di Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura dan Cina. Dan itu harus menjadi perhatian semua orang ketika kita memang ingin meningkatkan hilirisasi,” katanya.

Tutuk menjelaskan, beberapa hal yang patut menjadi perhatian bersama adalah iklim investasi yang kondusif dengan ditopang oleh regulasi baik.

“Tapi tentu investasi itu jangan sampai mengorbankan masyarakat juga. Karena begitu investasi yang besar-besar masuk, tentu itu harus dijaga, jangan sampai yang merusak lingkungan dan sebagainya,” jelasnya.

Adapun, Tutuk menuturkan bahwa investasi tersebut sekiranya dapat menciptakan tenaga kerja yang banyak bagi putra daerah dengan latar belakang pendidikan tinggi.

“Dan itu memang butuh yang industri-industri yang memang berkualitas yang punya nilai tambah,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top