Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Platform Dolphin PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Fied Dilayarkan Ke Pulau Bunyu

General Manager Zona 10, Raam Krisna menyatakan platforms Dolphin merupakan fasilitas tambat yang oil barge di Perairan Pulau Bunyu yang digunakan untuk unloading crude Sembakung Tarakan Field.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  21:58 WIB
Platform Dolphin PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Fied Dilayarkan Ke Pulau Bunyu
Proses Penyiapan sail away new berthing platform Dolphin (platforms Dolphin) di Shorebase Intipratama Kariangau, Balikpapan, Selasa, 14 Desember 2021. - Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN—PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Fied melayarkan (sail away) new berthing platform Dolphin (platforms Dolphin) di Shorebase Intipratama Kariangau, Balikpapan, Selasa, 14 Desember 2021.

General Manager Zona 10, Raam Krisna menyatakan platforms Dolphin merupakan fasilitas tambat yang oil barge di Perairan Pulau Bunyu yang digunakan untuk unloading crude Sembakung Tarakan Field.

“Ketiga Platforms Dolphin ini akan dilayarkan menuju tempat instalasi di perairan Pulau Bunyu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/12/2021).

Dia menambahkan, proyek ini merupakan salah satu upaya Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan Zona 10 dalam menjamin produksi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Hal ini merupakan salah satu tonggak pencapaian penting dalam menjaga angka produksi sebesar 2.000 BOPD di wilayah tersebut, serta mendukung tercapainya operational excellence,”katanya.

Krisna menjelaskan, PEP Tarakan dan PEP Bunyu Field telah berada di bawah kendali dan pengawasan Zona 10 sejak Transformasi Subholding Upstream pada 1 April 2021, dimana terdapat PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) East Kalimantan yang telah mempunyai pengalaman dan pengetahuan eksplorasi lepas pantai lebih dari 50 tahun.

“Berbagai strategi telah dievaluasi dengan kriteria utama aspek keselamatan dalam operasi,” jelasnya.

Adapun dari aspek biaya, kata Krisna, Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan Zona 10 mengevaluasi berbagai strategi telah dilakukan secara menyeluruh dengan prinsip total life cycle atau total ownership cost yang mempertimbangkan besaran investasi dan biaya operasional selama jangka waktu keseluruhan.

“Secara keseluruhan, proyek ini berhasil menghemat biaya hingga Rp130 milliar,” katanya.

Krisna menuturkan bahwa proyek ini telah tertunda sejak 2016, dimana rencana awal peluncuran tahun 2023. Hal tersebut mengindikasikan penghematan waktu hingga 18 bulan lebih cepat.

Sebagai informasi, fasilitas tambat yang berada di perairan Pulau Bunyu diperbarui dengan tujuan a.l untuk mencegah dan mengurangi risiko kecelakaan, mencegah potensi tumpahan minyak karena memompa antara 15.000-16.000 BBL setiap 2 minggu dan untuk terus menjamin keselamatan bagi para pekerja.

Dengan strategi operasi sandar dan tambat Sembakung di Perairan Bunyu, maka dibangun fasilitas tambat yang baru di samping fasilitas tambat yang sudah ada.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim menyatakan proyek ini merupakan wujud dari semangat kolaborasi antar entitas yang berada di naungan Zona 10 Regional 3 Kalimantan dalam bentuk berbagi pengalaman dan keahlian pekerja.

"Saya berharap agar prestasi yang baik ini dapat kita pertahankan terus dengan tetap menjunjung tinggi komitmen Perusahaan untuk menjalankan operasi minyak dan gas bumi yang selamat, efisien, handal, dan patuh terhadap peraturan dan perundangan yang berlaku," terang Chalid.

Senior Manager Production & Project, Suhardono menyebutkan strategi kontrak yang dipilih adalah dengan memanfaatkan kontrak-kontrak yang telah tersedia di PHKT untuk pekerjaan offshore construction, agar segera membangun platforms Dolphin tersebut.

“Usulan entitas PEP untuk memanfaatkan (farm-in) kontrak PHKT resmi disampaikan pada awal Juni 2021 kepada Divisi Pengelolaan Rantai Suplai SKK Migas,” sebutnya.

Menurutnya, menjalin kerja sama dan koordinasi yang intensif dengan SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi merupakan salah satu faktor penting, sehingga proyek ini dapat berjalan dengan baik dan maksimal.

“Proyek ini merupakan yang pertama kali menerapkan dan memanfaatkan (farm-in) kontrak WK PSC Cost Recovery ke WK PSC Gross Split, yang secara resmi diformalkan SKK Migas melalui revisi ke-4 Pedoman Pengadaan PTK-007,” pungkasnya.

Adapun, dia menuturkan bahwa PEP Tarakan Field berkomitmen untuk mempertahankan tingkat produksi yang selama ini sudah dicapai, melalui implementasi, investasi, dan dengan melakukan pemeliharaan yang baik secara berkala, guna terus memenuhi kebutuhan kebutuhan energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina hulu energi
Editor : Rachmad Subiyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top