Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Karhutla, Dishut Kaltim Galakkan Keterlibatan Masyarakat

Kasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dishut Kaltim Deni Fahroni menyatakan pihaknya fokus dengan melakukan sosialisasi , pelatihan dan penyuluhan ke masyarakat serta penyiapan sarana prasarana (sarpras) dalam bulan ini.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  15:29 WIB
Hutan hujan tropis. - Bloomberg/Dado Galdieri
Hutan hujan tropis. - Bloomberg/Dado Galdieri

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Dishut Kaltim) menitikberatkan keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dishut Kaltim Deni Fahroni menyatakan pihaknya fokus dengan melakukan sosialisasi , pelatihan dan penyuluhan ke masyarakat serta penyiapan sarana prasarana (sarpras) dalam bulan ini.

“Kita sudah evaluasi beberapa kejadian yang besar di tahun 2019, kita sudah banyak belajar [dari kejadian sebelumnya],” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (19/5/2022).

Selanjutnya, Deni menyebutkan pihaknya tealah melakukan koordinasi kepada sejumlah pemangku kepentingan terkait, seperti Manggala Agni KLHK, BPBD, UPT di setiap kabupaten/kota.

“Jadi insyaallah untuk hal-hal urgent atau yang dulu tidak bisa kita tangani, sudah bisa kita tangani. kita juga berkoordinasi langsung kepada TNI-Polri,” sebutnya.

Menurut Deni, Kaltim saat ini memasuki musim kemarau basah, artinya tidak terlalu kemarau tidak terlalu hujan dengan intensitas dua hingga tiga hari ada hujan dalam prakiraan BMKG.

Selain itu, Dishut Kaltim telah membentuk masyarakat peduli api (MPA) di setiap desa di hampir seluruh Provinsi Kaltim.

“Kita kasih bimbingan teknis untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla, dalam kegiatan patrol kita libatkan dan nantinya kita mendampingi dalam hal PLTB (pembukaan lahan tanpa bakar),” katanya.

Berdasarkan data Dishut Kaltim, luas karhutla di Kaltim terus mengalami penurunan sejak 2019. Pada tahun lalu, karhutla dengan luasan 3.029 hektare, sedangkan tahun 2020 seluas 5.221 hektare dan tertinggi pada 2019 yaitu 68.524 hektare.

“Prediksi beberapa tahun ke depan , kejadian mencolok setelah 2019 tidak ada [lagi] insyaallah,” katanya.

Adapun dia mengimbau masyarakat agar dalam membuka lahan menggunakan sistem PLTB, yang nantinya sisa dari pembukaan lahan dibuatkan menjadi kompos, pupuk bokashi atau cuka cair.

“Ini yang tengah kita galakkan di tengah masyarakat, kita akan melakukan pendampingan dari tahun ini sampai tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim kebakaran hutan Karhutla
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top