Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga TBS di Kaltim Merosot, Kredit Lapangan Usaha Pertanian Berjalan Mulus

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPwBI Kaltim) Ricky P Gozal menyatakan penyaluran kredit di sektor pertanian & kehutanan maupun sektor perikanan masih tumbuh positif dan solid dengan tingkat risiko yang terkendali.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  17:07 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN ––  Kondisi harga tandan buah segar (TBS) sawit yang menurun di tingkat petani berbanding terbalik dengan catatan positif dari sisi kinerja keuangan sektor pertanian di Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPwBI Kaltim) Ricky P Gozal menyatakan penyaluran kredit di sektor pertanian & kehutanan maupun sektor perikanan masih tumbuh positif dan solid dengan tingkat risiko yang terkendali.

Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit sektor pertanian dan kehutanan di Kaltim tercatat tumbuh 51,41 persen (yoy/secara tahunan) pada kuartal IV/2021.

“Meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,13 persen (yoy),” ujarnya, Jumat (20/5/2022).

Dia melanjutkan, capaian itu juga diiringi oleh risiko kredit yang menurun, dimana rasio NPL lapangan usaha pertanian tercatat mengalami penurunan dari 1,47 persen pada triwulan sebelumnya menjadi 1,13 persen.

Namun demikian, kinerja lapangan usaha pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan Kaltim secara umum tercatat mengalami kontraksi akibat produksi yang terbatas.

“Secara tahunan kinerja lapangan usaha pertanian tercatat kontraksi sebesar 0,56 persen (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya mampu tumbuh positif sebesar 2,63 persen (yoy),” terang Ricky.

Setali tiga uang, harga TBS Kaltim juga tercatat mengalami perlambatan, yaitu tumbuh sebesar 17,42 persen (yoy) dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh hingga 48,27 persen (yoy).

Menurutnya, hal tersebut utamanya bersumber dari terbatasnya kinerja produksi sawit mengingat sub sektor perkebunan utamanya komoditas sawit memiliki pangsa yang cukup besar terhadap lapangan usaha pertanian.

Sebagai informasi, tanaman perkebunan memiliki pangsa sebesar 56,26 persen terhadap total lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Adapun, dia menuturkan bahwa penurunan tersebut utamanya disebabkan realisasi panen yang berada di bawah perkiraan sebagai dampak dari anomali cuaca di tahun-tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim sawit
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top