Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenapa Pemerintah Musnahkan Bibit Tanaman dari Israel, Malaysia, Thailand, Prancis?

Pemerintah melakukan pemusnahan terhadap berbagai benih tanaman asal Malaysia, Thailand, Israel dan Prancis. Kenapa?
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  15:35 WIB
Pemusnahan tanaman oleh Pejabat Karantina dan perwakilan Bea dan Cukai Balikpapan. - Istimewa
Pemusnahan tanaman oleh Pejabat Karantina dan perwakilan Bea dan Cukai Balikpapan. - Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Karantina Pertanian Balikpapan melakukan pemusnahan terhadap bibit tanaman dari empat negara yang masuk ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Akhmad Alfaraby menyatakan demi melindungi Kaltim bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), pihaknya melakukan pemusnahan terhadap berbagai benih tanaman asal Malaysia, Thailand, Israel dan Prancis.

“Benih tanaman yang dimusnahkan terdiri dari bunga krisan 5.530 gram, benih cabai 1.000 gram dan benih sawi 400 gram,” dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (6/6/2022).

Sementara itu, Subkoordinator Substansi Pengawasan dan Penindakan Niken Pandan Sari menjelaskan, benih tanaman ini masuk melalui wilayah kerja (wilker) Kantor Pos Balikpapan dan Bandara SAMS Sepinggan.

“Kami menahannya karena pemilik tidak dapat melengkapi dokumen Phytosanitary Certificate dari Negara Asal dan SIP Mentan (Surat Ijin Pemasukan dari Menteri Pertanian),” jelasnya.

Adapun, dia mengimbau kepada masyarakat yang hendak memasukkan komoditas pertanian, baik itu hewan, tumbuhan maupun produk turunannya dari luar negeri secara wajib melengkapi dokumen perkarantinaan yang diperlukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bibit benih tanaman
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top