Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Kaltim 0,47 Persen pada Juni 2022, Akibat Harga Bahan Pangan Melambung?

Inflasi di Kaltim tersebut lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, inflasi tahunan masih sedikit lebih besar dibandingkan angka nasional.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 03 Juli 2022  |  00:35 WIB
Inflasi Kaltim 0,47 Persen pada Juni 2022, Akibat Harga Bahan Pangan Melambung?
Menjelang Natal dan pergantian tahun, harga bahan pokok di pasar tradisional di Balikpapan mulai naik. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Bank Indonesia mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar 0,47 persen pada Juni 2022.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Ricky P Gozali menyatakan inflasi tersebut lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya.

“Lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,59 persen (month-to-month/mtm) Juni 2022,” dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (3/7/2022).

Kendati demikian, dia mengungkapkan bahwa secara tahunan inflasi Kaltim tercatat sebesar 4,38 persen (year-on-year/yoy) pada periode yang sama. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang berada pada 4,35 persen (yoy).

Dia menjelaskan, capaian tersebut disebabkan oleh roda perekonomian Kaltim yang mulai menggeliat, didukung kasus Covid-19 yang terkendali dan meningkatnya permintaan masyarakat di tengah ketersediaan kebutuhan masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.

Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi pada bulan Juni 2022 utamanya bersumber dari tren peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok transportasi di tengah deflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki.

Ricky menyebutkan, komoditas cabai rawit dan bawang merah merupakan komoditas bahan pangan utama penyumbang inflasi Kaltim pada bulan Juni 2022.

“Beberapa harga komoditas pangan mengalami peningkatan seiring dengan adanya gangguan produksi akibat cuaca dan hama,” terangnya.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau tercatat mengalami inflasi sebesar 1,34 persen (mtm). Kenaikan beberapa harga komoditas pangan tersebut, kata Ricky, utamanya didorong oleh gangguan produksi di wilayah sentra luar Kaltim, akibat cuaca yang kurang kondusif dan faktor hama.

“Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap ketersediaan komoditas tersebut bagi Kaltim,” katanya.

Selain itu, kelompok transportasi kembali mengalami peningkatan harga meskipun lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Dia melanjutkan, kelompok transportasi tercatat mengalami inflasi sebesar 0,65 persen (mtm) atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,05 persen (mtm).

Inflasi tersebut utamanya disebabkan oleh peningkatan pada tarif angkutan udara seiring dengan kenaikan avtur dan momen libur sekolah di tengah semakin longgarnya berbagai pembatasan oleh pemerintah akibat kasus Covid-19 yang terkendali.

Adapun, dia menuturkan bahwa untuk tarif angkutan udara mengalami peningkatan sebesar 5,59 persen (mtm) di bulan Juni 2022.

Sebagai informasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim terus memperkuat sinergi guna menjaga stabilitas inflasi di Kaltim, tidak terkecuali menghadapi HKBN Idul Adha melalui berbagai kegiatan a.l sidak dan operasi pasar secara berkala, pemantauan harga secara harian dan membangun kerja sama antar daerah sentra produksi bagi komoditas inflasi di Kaltim.

Di sisi lain, upaya tersebut memerlukan dukungan masyarakat yang dapat diwujudkan melalui gerakan belanja bijak dan optimalisasi lahan pekarangan sebagai penyedia bahan pangan rumah tangga (cabai, sayuran dan lain-lain) yang tentunya akan mendukung upaya menjaga stabilisasi harga komoditas inflasi menuju Kaltim Berdaulat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Inflasi kaltim
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top