Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikhtiar Pemprov Kalteng Turunkan Inflasi Lewat Operasi Pasar

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyatakan tengah melakukan langkah-langkah operasi pasar termasuk pasar penyeimbang dan pasar murah.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 06 September 2022  |  12:58 WIB
Ikhtiar Pemprov Kalteng Turunkan Inflasi Lewat Operasi Pasar
Pedagang melayani pembeli di pasar Pondok Labu, Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) berupaya menurunkan inflasi dengan operasi pasar.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyatakan tengah melakukan langkah-langkah operasi pasar termasuk pasar penyeimbang dan pasar murah.

"Kita akan pantau per hari, per minggu, per dua minggu sampai satu bulan ke depan apakah inflasi di Kalteng ini bisa diturunkan segera," ujarnya yang dikutip, Selasa (6/9/2022).

Sugianto menyebutkan, di dalam pasar penyeimbang telah disediakan sebanyak 100.000 paket sembako yang dijual dengan harga Rp50.000 per paket. “Sedangkan nilai aslinya Rp100.000 per paket," sebutnya.

Dia meminta satuan tugas (Satgas) pangan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk segera turun dan menindak tegas pedagang yang melakukan penimbunan. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kalteng mengalami inflasi sebesar 6,94 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada Agustus 2022.

Di sisi lain, gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit juga mengalami deflasi pada Agustus 2022 yang terjadi akibat penurunan indeks kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,52 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,40 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,22 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,01 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Agustus 2022 diantaranya yaitu, cabai rawit, tomat, minyak goreng, angkutan udara, bioskop, ikan tongkol/ambuambu, daging babi, kacang panjang, ikan gabus, dan emas perhiasan.

Sedangkan, komoditas yang memberikan sumbangan inflasi a.l beras, bahan bakar rumah tangga, sekolah menengah pertama, pelumas/oli mesin, solar, tarif listrik, sewa rumah, semen, makanan ringan/snack, dan teh siap saji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi operasi pasar
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top