Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Investasi Kaltim Capai Rp12,1 Triliun di Kuartal II/2022

Realisasi investasi di Kalimantan Timur (Kaltim) pada kuartal II/2022 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 12 September 2022  |  11:10 WIB
Realisasi Investasi Kaltim Capai Rp12,1 Triliun di Kuartal II/2022
Proyek Lawe-lawe. Pengembangan fasilitas ini dilakukan seiring dengan meningkatnya kebutuhan minyak mentah di Indonesia, yang mendorong Pertamina meningkatkan kapasitas penyimpanan yang ada di RDMP RU V - Balikpapan. - Hutama Karya
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Realisasi investasi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat sebesar Rp12,1 triliun pada kuartal II/2022. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto mengatakan capaian realisasi investasi kuartal II/2022 mengalami peningkatan 29,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari Rp 8,56 triliun. Adapun, target realisasi investasi tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp 54 triliun. 

“Sesuai data kami, [realisasi investasi] Januari 2022 sampai dengan Juni 2022 sudah 50,1 persen atau Rp12,1 triliun,” ujar , Senin (12/9/2022).

Jika dirinci, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 8,83 triliun dengan total 917 proyek. Sedangkan, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat US$ 227,5 Juta atau sebesar Rp 3,26 Triliun dengan total 173 proyek.

Berdasarkan lokasinya, investasi paling besar berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu mencapai Rp2,96 triliun atau 33,52 persen dari keseluruhan realisasi investasi PMDN.

Kemudian, Kota Balikpapan di urutan kedua dengan capaian Rp2,14 triliun atau 24,27 persen dan Kabupaten Kutai Timur menjadi kontributor terbesar ketiga dengan realisasi investasi Rp1,25 triliun atau 14,16 persen.

Untuk realisasi PMA, Kabupaten Kutai Timur memberikan kontribusi paling besar dengan nilai US$ 102,22 juta atau sebesar Rp 1,46 Triliun yang mencapai 44,93 persen dari total realisasi PMA dengan total 30 proyek PMA.

Selanjutnya, di urutan kedua ada Kabupaten Kutai Kartanegara dengan investasi sebesar US$35 juta atau sebesar Rp 502,34 Miliar dan Kutai Barat sebesar US$ 26,66 juta atau sebesar Rp 382,62 miliar.

“Alhamdulillah, kita masih bisa bangkit dengan realisasi investasi ini. Walau, dirasa kontribusi dari pusat ke daerah memang belum seberapa besar,” terang Gubernur Kaltim Isran Noor.

Adapun, investor asal Malaysia, Singapura dan Tiongkok menjadi tiga negara yang merealisasikan investasinya lebih besar dari 19 Negara investor lainnya.

Investor dari Malaysia tercatat telah berinvestasi senilai US$ 59,05 juta (Rp 847,48 Miliar) atau 25,96 persen dari total nilai investasi sebanyak 38 proyek, diikuti Singapura US$ 52,09 Juta (Rp 747,62 miliar) atau 22,90 persen untuk 52 proyek dan Tiongkok senilai US$ 35,98 Juta (Rp 516,37 Miliar) atau 15,82 persen pada 7 proyek.

"Prinsipnya kita bersyukur, meski kondisi Pandemi Covid, realisasi investasi asing juga berjalan dan tumbuh di Kaltim. Semoga ini tetap konsisten hingga rakyat menerima manfaatnya," pungkas Isran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Realisasi Investasi kaltim
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top