Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulog Kaltimra Minta Masyarakat Tidak Panik Krisis Pangan, Gelontorkan 2.700 Ton Beras

Harga beras medium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp9.950 per kilogram dan Rp8.600 per kilogram di tingkat gudang.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 27 September 2022  |  19:40 WIB
Bulog Kaltimra Minta Masyarakat Tidak Panik Krisis Pangan, Gelontorkan 2.700 Ton Beras
Petani merontokan padi di Sindarasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/6/2022). ANTARA FOTO - Adeng Bustomi
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kenaikan BBM dan krisis pangan yang dapat berpengaruh pada harga beras.

Kepala Kanwil Bulog Kaltimra Arrahim K. Kanam menyatakan harga beras medium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp9.950 per kilogram dan Rp8.600 per kilogram di tingkat gudang dengan kemasan lima kilogram sampai dengan 50 kilogram.

“Stok beras 3.000 ton 3 bulan aman, gula 35 ton. Masyarakat tidak usah panik,” ujarnya di hadapan awak media, Selasa (27/9/2022).

Dia menambahkan, saat ini telah menyalurkan beras pada program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) sebanyak 2.700 ton.

“Untuk meningkatkan 2.700 ton, kami bekerja sama dengan distributor dan pedagang pasar melalui jaringan ritel Rumah Pangan Kita (RPK) termasuk pasar murah,” katanya.

Bulog Kaltimra diklaim sudah tampil all out, salah satunya dengan masuk ke kelurahan-kelurahan untuk menggelar pasar murah dengan tujuan membanjiri pasar dengan komoditas daging, minyak beras dan lain-lain.

”Yang di luar pasar kami juga akan passing ke toko-toko. Pasar murah sudah jalan 2 bulan ke belakang,” terang Arrahim.

Menurutnya, pasar murah direspons baik oleh masyarakat sehingga pihaknya harus menggelar pasar seminggu dua kali dalam sebulan ini.

Adapun, dia menuturkan bahwa selain menggelar upaya secara tatap muka, Bulog juga aktif melakukan penjualan produk-produknya secara online melalui marketplace Tokopedia.

“Beras, gula dan ayam paling banyak dijual di marketplace,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top