Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaltim Dikucuri Insentif Rp19,41 Miliar Atas Pengendalian Inflasi

Dana tersebut merupakan dana yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah-daerah di Indonesia, baik dalam kaitan pengendalian inflasi di daerah.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 01 November 2022  |  18:37 WIB
Kaltim Dikucuri Insentif Rp19,41 Miliar Atas Pengendalian Inflasi
Bahan pokok kerap memicu inflasi. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendapatkan dana insentif daerah (DID) senilai Rp19,41 miliar dari pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni menyatakan dana tersebut merupakan dana yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah-daerah di Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten dan kota dalam kaitan pengendalian inflasi di daerah.

"Kita bersyukur angka inflasi tidak lebih dari lima persen, sehingga wajar mendapat apresiasi pemerintah pusat," ujarnya yang dikutip, Selasa (1/11/2022).

Sri mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim meningkat seiring naiknya angka inflasi dampak dari inflasi global.

Menurutnya, Pemprov Kaltim telah menjalankan pengendalian dampak inflasi dengan menetapkan Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang telah disahkan dalam APBD Perubahan berupa Dana Transfer Umum (DTU) sebesar Rp40 Miliar dan Dana Insentif Daerah (DID) senilai Rp19,36 Miliar. 

“Menariknya, kita mendapatkan hadiah dari Pemerintah Pusat  berupa DID dikarenakan Kaltim berhasil menekan laju inflasi di bawah level nasional,” katanya.

Dia menjelaskan, BTT dialokasikan dalam bentuk bantuan sosial dan perlindungan sosial untuk UMKM, pelaku usaha sektor peternakan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Kemudian, subsidi transportasi untuk menunjang ketersediaan pasokan dan operasi pasar untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.

"Upaya menekan laju inflasi ini tidak bisa hanya pemerintah, tapi semua elemen dan masyarakat harus peduli serta ikut terlibat mengatasi kondisi ekonomi. Terlebih pasca pandemi Covid-19 dan masa pemulihan ekonomi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim Inflasi
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top