Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Inflasi Kaltim Tertahan Demand Transportasi November 2022

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim periode November 2022 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm).
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  15:20 WIB
Inflasi Kaltim Tertahan Demand Transportasi November 2022
Ilustrasi pesawat atau jet pribadi - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Bank Indonesia menilai inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada November 2022 tertahan oleh kelompok transportasi.

“Berdasarkan kelompok pengeluarannya, capaian inflasi disebabkan oleh peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Ricky P Gozali dalam keterangan resmi, Jumat (2/12/2022).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim periode November 2022 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen (mtm).

Ricky menyebutkan kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau masih pada level yang rendah.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,05 persen (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,45 persen (mtm).

Peningkatan harga itu dipicu oleh komoditas ikan layang karena aktivitas nelayan melaut yang terganggu akibat faktor cuaca yang kurang kondusif di tengah permintaan masyarakat yang relatif tinggi.

Selain itu, inflasi pada komoditas rokok kretek filter dan rokok putih disebabkan oleh adanya penyesuaian harga yang dilakukan lebih awal pasca penetapan kenaikan cukai rokok untuk tahun 2023.

Namun demikian, Ricky mengatakan tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,07 persen (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,63 persen  (mtm).

“Penurunan harga tersebut disebabkan oleh permintaan masyarakat terhadap angkutan udara yang masih terbatas. Selain itu, capaian deflasi kelompok transportasi juga disebabkan oleh normalisasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM terhadap beberapa komoditas pada kelompok transportasi,” katanya.

Adapun, dia menuturkan bahwa TPID di wilayah Kaltim secara aktif bersinergi bersama pemangku kepentingan lainnya melakukan berbagai kegiatan pengendalian inflasi daerah dengan menjaga ketersediaan pasokan melalui tindaklanjut Kerjasama Antar Daerah (KAD).

“Inflasi yang terkendali diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur menuju masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk komoditas beras antara Kota Samarinda dengan food station di DKI Jakarta serta melakukan penyerahan bibit cabai kepada beberapa kampung di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara untuk memperkuat ketahanan pangan level rumah tangga.

Selanjutnya, dalam rangka menjaga keterjangkauan harga telah dilakukan berbagai kegiatan pasar murah yang dilakukan di berbagai Kabupaten/Kota di Kaltim secara berkala.

Lebih lanjut, TPID wilayah Kaltim juga telah melakukan koordinasi terkait rencana subsidi angkut yang akan disalurkan oleh Pemerintah Daerah melalui optimalisasi penyaluran Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Transfer Umum (DTU) Daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi kaltim
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top