Inflasi Jelang Ramadan Bayangi Kaltim, Ini Langkah Otoritas

Intervensi dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), para aparat dan pemangku kepentingan lainnya.
Beras impor./Bisnis-Annasa Rizki Kamalina.
Beras impor./Bisnis-Annasa Rizki Kamalina.

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kaltim terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga komoditas yang cenderung naik untuk mengatasi inflasi, khususnya menjelang Ramadan.

Kepala Disperindagkop UKM Kaltim, Muhammad Sa'duddin menyatakan salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan intervensi jika pergerakan harga sudah mencapai kenaikan 3 persen dari harga acuan.

Dia menambahkan, intervensi dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), para aparat dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami juga melakukan pengawasan terpadu menjelang Ramadan untuk menjaga stok dan tata kelola perdagangan, termasuk pengawasan terhadap masalah sertifikasi produk dan kelayakan konsumsi,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (28/3/2023).

Menjelang Ramadan, Disperindagkop UKM yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim akan melakukan pengawasan terpadu guna menjaga stok dan tata kelola perdagangan.

Sa'duddin menekankan bahwa Disperindagkop UKM Kaltim akan memperhatikan pergerakan harga beras dengan lebih serius karena menjadi pemicu inflasi utama.

Kemudian, meski beberapa komoditas seperti bawang dan cabai masih cenderung naik harga karena cuaca yang basah, Sa'duddin berharap harga tetap berada di bawah rentang harga acuan.

“Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Perdagangan melakukan sidak di Samarinda dan menemukan bahwa harga cabai dan bawang memang naik karena cuaca yang basah. Kemungkinan masa panen juga belum waktunya, sehingga ada masalah dengan pasokan,” terangnya.

Sa'duddin juga menyatakan bahwa operasi pasar akan ditingkatkan untuk mencegah harga yang melambung tinggi.

Dia mengungkapkan bahwa proses intervensi atas kenaikan harga tergantung pada situasi di kabupaten dan provinsi, dan provinsi baru akan melakukan kegiatan jika kenaikan harga terjadi menyeluruh.

Sa'duddin mengajak masyarakat untuk tidak khawatir dan mempercayakan pengawasan terhadap stok dan harga ke Disperindagkop UKM Kaltim. “Untuk menjaga stok dan suplai di Kaltim, kita akan minta bantuan para distributor,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper