Laju Pertumbuhan Transaksi Nontunai di Kaltim Melambat

Pertumbuhan transaksi kartu kredit di Kalimantan Timur melambat pada kuartal IV/2022, tetapi lebih tinggi dari transaksi debit/ATM.
Ilustrasi konsumen melakukan transaksi menggunakan kartu kredit/Freepik
Ilustrasi konsumen melakukan transaksi menggunakan kartu kredit/Freepik

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Pertumbuhan transaksi kartu kredit di Kalimantan Timur melambat pada kuartal IV/2022, tetapi lebih tinggi dari transaksi debit/ATM.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Ricky P. Gozali menyatakan bahwa pertumbuhan nominal transaksi nontunai dengan kartu kredit tercatat sebesar 74,87 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang mencapai 90,98 persen (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan volume transaksi kartu kredit mencapai 95,20 persen (yoy), juga melambat dari 131,28 persen pada kuartal sebelumnya.

"Kota Balikpapan dan Kota Samarinda masih menjadi penggerak utama pertumbuhan transaksi Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) di provinsi ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/5/2023).

Dia menambahkan, Balikpapan mendominasi transaksi kartu kredit dengan porsi nominal sebesar 51,66 persen dan volume sebesar 52,31 persen dan Samarinda memiliki porsi nominal sebesar 34,75 persen dan volume sebesar 32,55 persen.

Sementara itu, Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara masing-masing memiliki porsi nominal sebesar 4,33 persen dan 2,68 persen, serta volume sebesar 5,09 persen dan 2,88 persen.

Namun demikian, Gozali menambahkan bahwa ada potensi pengembangan transaksi kartu kredit di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di sisi lain, pertumbuhan transaksi kartu ATM/debit terus meningkat, meskipun melambat pada kuartal IV/2022.

Volume transaksi kartu ATM/debit tumbuh 15,54 persen (yoy), melambat dari 111,85 persen pada kuartal sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan nominal transaksi kartu ATM/debit mencapai 27,59 persen (yoy), juga mengalami perlambatan dari 129,40 persen pada kuartal sebelumnya.

Menyoal distribusi transaksi ATM/debit di wilayah Kaltim, Kota Balikpapan dan Kota Samarinda kembali menjadi dua kota dengan porsi terbesar.

Pada kuartal IV/2022, volume transaksi ATM/debit di Kota Balikpapan mencapai 51,66 persen, sementara Kota Samarinda sebesar 34,75 persen. Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara menyusul dengan masing-masing 4,3 persen dan 2,68 persen.

Adapun, dari sisi nominal Kota Samarinda memiliki porsi sebesar 37,06 persen dan Kota Balikpapan sebesar 34,81 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper