Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pembangunan IKN Nusantara, 30 Proyek Segera Groundbreaking

Saat ini investasi sebesar Rp20 triliun sudah masuk dan seluruhnya dari investor lokal.
Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen./Antara-Sigid Kurniawan
Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen./Antara-Sigid Kurniawan

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Direktur Perencanaan Makro Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Agustomi Masik menegaskan seluruh perencanaan pembangunan di IKN Nusantara sejak awal tidak mengabaikan kepentingan sektor swasta.

Hal itu ditekankan Agustomi dalam acara CEO Insight 2023-2024 yang mengusung tema In Conjunction With CEO Achievement Awards 2023 di Yogyakarta, Jumat (13/10/2023).

"Alhamdulillah di IKN kita susun itu semua dari perencanaan makro sampai mikro, sampai detail pada urban design guideline kami cukup banyak dapat masukan dari swasta," kata dia.

Pemerintah, menurut Agustomi, tidak memungkiri bahwa kunci keberhasilan pembangunan IKN membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan swasta.

Karena itu, pemerintah mengandalkan 80 persen pembangunan IKN Nusantara dari total anggaran Rp466 triliun bakal bersumber dari investasi swasta.

Menurut dia, saat ini investasi sebesar Rp20 triliun sudah masuk dan seluruhnya dari investor lokal.

"Beberapa hari lalu Pak Presiden sudah groundbreaking. 1 sampai 2 November akan ada groundbreaking lagi, sudah ada list 30 proyek lagi misalnya hotel, sekolah, rumah sakit. Ini mengapa peran swasta sangat besar dalam proyek yang bertujuan memeratakan ekonomi, politik dan sosial di seluruh Indonesia," ujar Agustomi.

Menurut Agustomi, meski IKN sempat dipandang pesimistis oleh sebagian masyarakat pada kenyataannya keberadaannya terus berkembang.

Dia memberikan contoh bagaimana dahulu pada era 80-an, area lingkar Jakarta menjadi bagian terpisah dan tak diminati namun kini menjadi satu yang tak terpisahkan menunjang DKI.

"Pertumbuhan kota akan pesat, kita lihat Depok, Bekasi itu terpisah dari Jakarta pada 80-an tapi sekarang sudah tak bisa dipisahkan," ujar dia.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi kemudian terpusat di Jawa sehingga muncul kesenjangan tinggi dengan pulau yang lain.

Pertumbuhan yang terpusat di Jawa, menurut dia, telah berdampak negatif pada aspek ekonomi, politik dan sosial bagi daerah lain, salah satunya ongkos logistik yang mahal.

"Inilah mengapa Indonesia membangun IKN menggeser pusat ekonomi lebih ke tengah agar bisa menjangkau lebih dekat Indonesia timur. Kekuatan membangun IKN ini kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat," ujar dia dilansir Antara.

Ketua Umum CEO Business Forum Indonesia (CBF) Jahja B. Soenarjo meyakini bahwa orang luar akan sangat tertarik melihat Indonesia seperti saat Cristoper Colombus menemukan Amerika dan membuat banyak orang datang berpindah ke sana.

Dia meyakini daya tarik serupa juga terjadi pada IKN yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur sehingga perlu dimanfaatkan investor dalam negeri.

"Mengapa kita tak bisa masuk ke IKN untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ini menjadi saatnya dan mungkin saya akan membawa banyak investor untuk masuk ke sana," kata Jahja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper