Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PLN Perkuat Sistem Kelistrikan di Kalimantan

Salah satu proyek strategis yang sedang berlangsung adalah interkoneksi sistem kelistrikan Kaltim-Kaltara.
PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI). Ilustrasi./Istimewa-PLN
PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI). Ilustrasi./Istimewa-PLN

Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) terus melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di tanah Borneo. 

Salah satu proyek strategis yang sedang berlangsung adalah interkoneksi sistem kelistrikan Kaltim-Kaltara yang akan meningkatkan pasokan listrik ke dua provinsi tersebut.

General Manager PLN UIP KLT Raja Muda Siregar menyatakan interkoneksi ini sudah memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Bulungan, yang kini dapat menikmati daya listrik dari pembangkit di Kaltim melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung Redeb - Tanjung Selor. 

“Melalui pembangunan SUTT 150 kV Tanjung Selor - Tidang Pale, PLN UIP KLT berupaya dalam memberikan daya listrik yang andal dan prima,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/2/2024).

Selain itu, PLN UIP KLT juga sedang membangun SUTT 150 kV Tanjung Selor - Tidang Pale, yang akan menghubungkan sistem kelistrikan Kaltim-Kaltara dengan Kabupaten Tana Tidung. 

Raja menjelaskan, saat ini Kabupaten Tana Tidung masih bergantung pada dua pembangkit lokal, yaitu PLTD Kuala Lapang dan PLTU Kelapis, dengan total daya mampu sebesar 11,8 MW. 

Sementara itu, beban puncak hingga bulan Januari mencapai 11,5 MW, sehingga hanya tersisa cadangan sebesar 300 KW.

Raja menambahkan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan merupakan respons PLN UIP KLT terhadap pertumbuhan permintaan listrik yang terus meningkat di wilayah tersebut. 

Dia berharap, dengan tersedianya sistem kelistrikan yang kuat dan handal, tidak akan ada lagi defisit daya yang menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga berharap, dengan adanya sistem kelistrikan yang andal dan prima, akan ada penambahan pelanggan industri yang membutuhkan daya sekitar 12 MW. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi lapangan pekerjaan dan perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler