Pabrik Pengolahan CPO Perlu Dibangun di Perbatasan RI-Malaysia

Oleh: Yanuarius Viodeogo 15 Maret 2017 | 18:51 WIB
Ilustrasi kelapa sawit/Reuters-Samsul Said

Bisnis.com, PONTIANAK – Akademisi Universitas Tanjung Pura (Untan) Pontianak meminta pemerintah pusat mengundang investor untuk melirik pembangunan pabrik turunan minyak mentah kelapa sawit di sekitar wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan Eddy Suratman mengatakan Kalbar kembali menambah dua Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) yang diharapkan bisa memanfaatkan potensi melimpahnya produksi Crude Palm Oil (CPO) dari Kalbar untuk diekspor langsung ke negara tetangga.

Presiden Joko Widodo, pada Kamis (16/3) ini besok, direncanakan kembali meresmikan lagi dua Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) di Badau-Kabupaten Kapuas Hulu dan Aruk-Kabupaten Sambas. Dengan demikian, Kalbar memiliki tiga PLBN yang sebelumnya diresmikan Jokowi yaitu, PLBN Entikong-Kabupaten Sanggau.

"Sekitar PLBN dibangun listrik untuk menunjang pabrik-pabrik dan kelancaran perekonomian. Potensi CPO di kota terbesar kedua di Indonesia ini, tidak lagi dijual CPO tetapi bikin pabrik turunannya," kata Eddy kepada Bisnis, Rabu (15/3).

Dia mengutarakan dengan adanya produk turunan Kalbar bisa langsung ekspor ke negara-negara tetangga terdekat seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. "Ekspor minyak goreng, kosmetik dan produk lainnya. Tidak melulu CPO itu pun lewat Pekanbaru," tuturnya.

Selain itu, kata dia, kehadiran pabrik-pabrik turunan produk CPO juga menciptakan lapangan pekerjaan baik untuk tenaga kerja lokal bisa juga dari luar Kalimantan. "Kita patut bersyukur, Presiden Jokowi sangat memperhatikan perbatasan Kalbar jadi kita harapkan ada perubahan yang baik dari aspek ekonomi," tuturnya.

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sandjaya mengatakan, perusahaan kelapa sawit di Kapuas Hulu dan Sambas akan diuntungkan dengan dibukanya kedua PLBN itu. “Jadi mereka tidak perlu antar CPO dari Badau ke Pontianak, jaraknya jauh membuat ongkos transportasi lebih mahal artinya lebih efisien,” ucapnya.

Dengan demikian, dia mengatakan, selain bisa menambah devisa untuk daerah dan negara, sekitar perbatasan juga akan muncul pengusaha-pengusaha baru di bidang perkebunan dan pertanian bahkan eksportir.

Christiandy menambahkan masih ada lagi pintu perbatasan di Kalbar yakni di Jagoi Babang-Kabupaten Bengkayang dan Jasa-Kabupaten Sintang untuk ditingkatkan menjadi Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) seperti 3 PLBN lainnya.  

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya