Harga Batu Bara Menurun, Transaksi Valas BNI di Kalimantan Menurun

Oleh: Nadya Kurnia 12 Mei 2017 | 01:46 WIB
Pegawai menghitung uang di cash center BNI, Jakarta/Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Kalimantan mencatat penurunan transaksi valuta asing hingga 40% sepanjang tahun lalu, seiring dengan merosotnya harga komoditas ekspor impor unggulan.

Adapun transaksi valas BNI selama periode tersebut mencapai US$500 juta, dengan transaksi tertinggi berasal dari Kalimantan Timur yakni sebesar US$$300-US$350 juta.

Regional Coveragae Treasury Client Solutions BNI Area Balikpapan Raditya Ariwibowo mengatakan volume transaksi yang menurun pada 2016 dominan dipengaruhi oleh kinerja sektor pertambangan dan migas yang merosot pada puncaknya tahun lalu.

Sehingga, aktifitas ekspor dan impor yang mengandalkan dua sektor tersebut ikut menurun, ditambah lagi harga komoditas yang juga belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan seperti pada masa kejayaannya.

"Sekarang komoditas ekspor yang menyumbang transaksi valas tertinggi adalah plywood, kegiatan ekspornya masih relatif stabil, disusul oleh sektor perkebunan dengan komoditas kelapa sawit," ujarnya Kamis (11/5/2017).

Kenaikan harga batu bara pada akhir tahun lalu juga belum mampu mendorong peningkatan transaksi valas, sebab belum bisa dipastikan apakah level harga akan stabil.

Sedangkan semua perusahaan yang bergerak pada sektor tersebut masih berupaya memulihkan kelangsungan usahanya. Sehingga, dibutuhkan waktu beberapa lama untuk memulihkan keadaan.

Kendati demikian, perseroan tak lantas berhenti memasarkan layanan lindung nilai bagi pengusaha ekspor impor, mengingat transaksi valas didominasi oleh kegiatan ekspor impor.

"Bagaimana pun juga, pengusaha juga harus tetap waspada. Kami bisa memberikan layanan lindung nilai yang dapat melindungi nasabah dari resiko fluktuasi nilai tukar dan suku bunga," ucapnya.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer