Gubernur Kaltim Optimistis Tol Balikpapan-Samarinda Selesai 2018

Oleh: Yanita Petriella 09 Desember 2017 | 19:54 WIB
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek/youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur meyakini pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda dapat selesai pada 2018.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan dampak dengan adanya jalan Tol Balikpapan-Samarinda akan membawa pertumbuhan ekonomi lebih cepat bagi Kaltim.

Selain itu, titik konektivitas antar kota dan antar wilayah akan segera terjadi, dan efek multiplayernya pasti akan bermanfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

"Terima kasih kepada komitmen Presiden Joko Widodo, karena proyek strategis pembangunan jaln Tol Balsam mapun proyek strategis lainya ternyata mewujudkan keadialan sosial bagi seluruh rakyak Indonesia, termasuk masyarakat di Kaltim," ujarnya seperti yang dikutip dari siaran pers, Sabtu (9/12/2017).

Awang Faroek sangat optimistis dan yakin semua proyek-proyek yang dikerjakan pasti akan berhasil apalagi progres pembangunan jalan Tol Balikpapan Samarinda sudah mencapai 72%.

"Ini tinggal melanjutkan progres sisahnya saja, sehingga pembangunan jalan tol nanti bisa tembus sesuai dengan terget yaitu 2018 sudah bisa diresmikan Presiden Joko Widodo," ucapnya.

Percepatan pembangunan infrastruktur di Kaltim sangat penting dan strategis terutama dalam mendukung percepatan pembangunan dan pengembangan daerah serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Penyelesian pembangunan jalan tol, lanjutnya, dapat mendukung perkembangan kawasan-kawasan industri baik di kabupaten Penajam Paser Utara maupun di Balikpapan yang diharapkan membawa dampak yang sangat positif dengan kemajuan daerah yang semakin berkembang.

"Insyah Allah, pembangunan infrastruktur di Kaltim dapat diselesaikan sesuai target, hal itu sebagai upaya mewujudkan konektivitas antar kabupaten/kota di Kaltim," kata Awang Faroek.

Menurutnya, keberadaan pembangunan infrastruktur jalan dan jemabatan sampai ke perbatasan menjadi sangat penting dan strategis.

Selain sebagai jalur distribusi bahan pokok di kawasan perbatasan dan memacu percepatan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di perbatasan, juga bisa difungsikan sebagai sarana pengamanan dan ketahanan negara di perbatasan.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya