Harga Beras Picu Inflasi Januari 2018 di Balikpapan

Oleh: Fariz Fadhillah 01 Februari 2018 | 20:40 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN-- Beras, menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi komoditas penyumbang andil terbesar yakni 0,07% terhadap inflasi di Balikpapan.

Pantauan Bisnis, adapun harga termurah beras kualitas medium di Kota Minyak sepanjang bulan lalu berkisar Rp 11-12.600 ribu. Sedangkan untuk beras premium mengalami kenaikan tak signifikan. Adanya disparitas harga sempat membuat masyarakat beralih ke beras kualitas premium. Sebagai gambaran HET di Kalimantan untuk beras medium Rp 9.950, sedangkan premium Rp 13.300.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Suharman Tabrani Balikpapan mengatakan pada Januari 2018 inflasi tercatat sebesar 0,19 persen secara bulanan (mtm) atau inflasi 1,55 persen secara tahunan (yoy).

Jumlah itu lebih rendah dibanding Desember 2017 sebesar 1,41% Capaian bulan ini juga lebih rendah dibandingkan capaian di level nasional (0,62 %) dan Kaltim (0,32%).

“Respon atas kenaikan beras, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bergerak melakukan operasi dan sidak pasar di sejumlah titik,” jelasnya, Kamis (1/2).

Selain beras 9 komoditas lain penyumbang inflasi terbesar, meliputi tomat sayur sebesar 0,06 %, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, rokok kretek filter sebesar 0,04 %.

Ada juga perbaikan ringan kendaraan, bawang merah, tongkol/ambu-ambu sebesar 0,03 %. Kemudian cabai merah dan tarif parkir menyumbang andil 0,02%.

Pihaknya mencatat, kembali normalnya harga tiket pesawat setelah Natal dan Tahun Baru mendorong inflasi Kota Minyak lebih rendah di awal 2018 ini. Kelompok administered price sendiri disebutkan berbalik menyumbang deflasi sebesar -0,23%.

Disebutkan faktor yang diperkirakan akan memberi tekanan inflasi pada awal 2018 antara lain sentra produksi bahan makanan, dan pasokan ikan.

“Keduanya berpotensi terkena risiko cuaca buruk sesuai informasi BMKG, yang dapat berdampak pada fluktuasi harga barang dari luar daerah. Kenaikan harga kebutuhan sekolah, dan bahan bakar rumah tangga dan minyak non penugasan kemungkinan juga terjadi,” ujar Suharman mengakhiri.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya