Kaltara Tambah Subsidi Ongkos Angkut Penerbangan Perintis Ke Wilayah Perbatasan

Dengan adanya perubahan pada APBD Kaltara tahun ini, subsidi ongkos angkut penerbangan perintis ke perbatasan akan ditambah sebanyak Rp3,7 miliar.
Nadya Kurnia | 13 November 2017 08:00 WIB
Pesawat Jenis Pilatus Porter milik maskapai Susi Air melakukan tes mendarat di lapangan terbang perintis Arwanop yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Timika, Papua, Kamis (29/6). - ANTARA/Spedy Paereng

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Dengan adanya perubahan pada APBD Kaltara tahun ini, subsidi ongkos angkut penerbangan perintis ke perbatasan akan ditambah sebanyak Rp3,7 miliar.

Dalam rilis resminya, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan dana tambahan itu dialokasikan untuk mengakomodir frekuensi penerbangan selama dua bulan terakhir.

"Insya Allah mulai pekan ini sudah bisa dimanfaatkan untuk 10 rute penerbangan ke perbatasan," jelasnya, Senin (13/11/2017).

Sebelumnya, dalam APBD murni Kaltara 2017 terdapat alokasi subsidi untuk sembilan rute penerbangan perintis. Dalam APBD perubahan, rute ditambah satu lagi, yakni Malinau-Long Sule.

Selain untuk subsidi ongkos penerbangan dua bulan terakhir, Rp3,7 miliar tersebut juga dialokasikan untuk penambahan empat rute penerbangan baru, memenuhi permintaan masyarakat setempat. Saat ini, proses penambahan subsidi ini tengah dilelang.

Terkait subsidi ongkos penerbangan untuk tahun depan, Irianto berharap tak ada jeda waktu yang panjang. Sebelumnya, penerbangan subsidi tak bisa berjalan di awal tahun karena menunggu penyelesaian lelang.

"Saya harap tahun depan lelangnya tidak lagi mulai saat Maret atau April. Kami upayakan bisa Januari mulai beroperasi. Dengam catatan APBD 2018 ditetapkan awal-awal," ungkap Irianto.

Tag : penerbangan perintis
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top